PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terus mendorong pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang kini memasuki tahap pemasangan berbagai peralatan utama. Proyek tersebut menjadi salah satu agenda ekspansi perseroan untuk memperkuat kapasitas dan integrasi bisnis petrokimia.
Hingga September 2026, progres pembangunan fasilitas dengan nilai investasi lebih dari US$800 juta tersebut telah mencapai sekitar 80%. Perseroan menargetkan proyek tersebut dapat memasuki tahap kesiapan operasional pada 2027.
Perkembangan proyek CA-EDC turut menjadi perhatian pelaku pasar karena fasilitas baru tersebut berpotensi menambah kapasitas produksi sekaligus memperluas portofolio produk TPIA, terutama untuk produk chlor-alkali dan EDC.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai perkembangan proyek tersebut memberikan prospek positif bagi TPIA. Menurutnya, progres konstruksi yang telah mencapai sekitar 80% menunjukkan proyek semakin mendekati tahap operasional sehingga berpotensi menjadi salah satu katalis pertumbuhan baru bagi perseroan.
Selain menambah kapasitas produksi, penyelesaian fasilitas CA-EDC akan memperkuat integrasi bisnis petrokimia TPIA. Fasilitas tersebut juga berpotensi meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor sejumlah produk kimia.
Namun, dampak proyek terhadap kinerja dan harga saham TPIA tetap akan dipengaruhi sejumlah faktor setelah fasilitas mulai beroperasi. Tingkat utilisasi kapasitas, harga jual produk, biaya bahan baku, serta perkembangan siklus industri petrokimia global menjadi sejumlah indikator yang perlu diperhatikan.
Apabila fasilitas CA-EDC dapat beroperasi sesuai target pada 2027, proyek tersebut berpotensi memberikan tambahan kapasitas produksi dan pendapatan bagi TPIA. Peningkatan tersebut pada akhirnya dapat membuka ruang bagi perbaikan EBITDA dan arus kas perseroan.
Meski demikian, besarnya kontribusi terhadap laba bersih akan sangat bergantung pada kemampuan perseroan mencapai tingkat utilisasi pabrik yang optimal serta menjaga spread antara harga jual produk dan biaya bahan bakunya.
Dengan nilai investasi yang telah mencapai lebih dari US$800 juta, 2027 akan menjadi periode penting untuk melihat sejauh mana proyek CA-EDC dapat dikonversikan menjadi pertumbuhan kinerja secara nyata. Karena itu, perkembangan proyek tidak hanya akan diukur dari penyelesaian konstruksi, tetapi juga dari performa fasilitas setelah memasuki tahap komersial.
Bagi investor, sejumlah indikator dapat menjadi perhatian seiring mendekatnya operasional CA-EDC. Indikator tersebut antara lain penyelesaian konstruksi, commercial start-up, tingkat utilisasi pabrik, perkembangan volume penjualan, serta kontribusi fasilitas terhadap EBITDA dan laba bersih TPIA.
Di sisi lain, faktor valuasi saham juga perlu diperhitungkan. Ekspektasi positif terhadap proyek dapat tercermin terlebih dahulu dalam pergerakan harga saham sebelum kontribusi finansial fasilitas tersebut sepenuhnya terlihat dalam laporan keuangan.
Karena itu, perkembangan CA-EDC perlu dilihat bersamaan dengan kondisi fundamental perseroan, siklus industri petrokimia global, serta kemampuan TPIA menjaga kondisi neraca dan arus kas di tengah kebutuhan belanja modal yang besar.
Dalam menanggapi prospek saham TPIA saat ini, Nafan menyarankan investor untuk mengambil pendekatan wait and see. Sikap tersebut terutama berkaitan dengan perlunya melihat perkembangan proyek hingga memasuki tahap operasional serta dampaknya terhadap kinerja keuangan perseroan.













































