PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) bersiap membagikan dividen interim kepada para pemegang saham setelah mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Emiten konstruksi tersebut mengalokasikan dana sebesar Rp136,4 miliar untuk pembagian dividen tahun buku 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/11/2026), TOTL menetapkan dividen interim sebesar Rp40 per saham. Rencana pembagian dividen ini telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada 4 November 2026.
Dengan nilai dividen tersebut, perseroan akan mendistribusikan dana kepada pemegang saham atas total 3,41 miliar saham yang beredar.
Keputusan pembagian dividen ini didukung oleh posisi keuangan perseroan per 30 September 2026. Pada periode tersebut, TOTL membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp448,61 miliar.
Selain itu, perseroan memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp1,02 triliun. Dengan demikian, nilai dividen interim yang akan dibagikan setara dengan sekitar 30,40% dari laba bersih yang berhasil dihimpun selama sembilan bulan pertama 2026.
Jadwal Pembagian Dividen Interim TOTL
Seiring dengan pengumuman tersebut, TOTL telah menetapkan jadwal pembagian dividen interim yang perlu diperhatikan para pemegang saham.
Berikut rincian jadwal pembagian dividen interim TOTL tahun buku 2026:
- 16 November 2026: Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi.
- 17 November 2026: Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi.
- 18 November 2026: Cum dividen di pasar tunai.
- 19 November 2026: Ex dividen di pasar tunai.
- 18 November 2026: Recording date atau tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen.
- 4 Desember 2026: Pembayaran dividen interim.
Pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 18 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh dividen sesuai jumlah saham yang dimiliki.
Sementara itu, pembayaran dividen bagi pemegang saham yang efeknya tersimpan dalam penitipan kolektif akan dilakukan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), untuk selanjutnya diteruskan melalui perusahaan efek atau bank kustodian terkait.
Laba Bersih TOTL Melonjak 51,94%
Pembagian dividen interim tersebut berlangsung di tengah peningkatan kinerja keuangan TOTL sepanjang Januari hingga September 2026.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp3,51 triliun, meningkat 26,10% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp2,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan tersebut sebagian besar berasal dari bisnis jasa konstruksi yang menyumbang Rp3,49 triliun. Sementara itu, segmen sewa dan lainnya memberikan kontribusi sebesar Rp16,19 miliar.
Pertumbuhan pendapatan juga diikuti kenaikan beban pokok pendapatan dari Rp2,23 triliun menjadi Rp2,86 triliun. Meski demikian, perseroan masih mampu meningkatkan laba kotor menjadi Rp654,43 miliar, dibandingkan Rp553,41 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Kinerja keuangan TOTL turut ditopang peningkatan laba dari proyek ventura bersama. Kontribusi dari pos tersebut mencapai Rp162,37 miliar, melonjak dari Rp21,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan kontribusi proyek ventura bersama, laba kotor perseroan mencapai Rp816,80 miliar.
Kombinasi pertumbuhan tersebut mendorong laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 51,94% YoY menjadi Rp448,61 miliar, dari Rp295,25 miliar pada Januari hingga September 2025.
Di sisi neraca, TOTL mencatatkan pertumbuhan ekuitas hingga akhir September 2026. Total ekuitas perseroan mencapai Rp1,40 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,32 triliun pada akhir Desember 2025.
Namun, posisi kas dan setara kas perseroan mengalami penurunan. Hingga 30 September 2026, kas dan setara kas TOTL tercatat sebesar Rp860,19 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp1,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, pertumbuhan pendapatan dan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2026 menjadi bagian penting dari kondisi keuangan yang mendasari keputusan TOTL membagikan dividen interim.
Dengan jadwal pembayaran yang telah ditetapkan pada 4 Desember 2026, perhatian pemegang saham kini tertuju pada batas pencatatan kepemilikan saham untuk memastikan hak atas dividen tersebut.











































