PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) terus memperluas pasar komponen otomotif di tengah upaya perseroan menjaga pertumbuhan bisnis agar tetap melampaui rata-rata industri otomotif nasional. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperkuat jaringan ritel modern untuk menangkap peluang dari kebutuhan perawatan dan penggantian suku cadang kendaraan.
Emiten komponen otomotif Grup Astra tersebut berencana menambah sekitar 30 gerai ritel modern pada 2027. Ekspansi ini akan mencakup sejumlah jaringan layanan purnajual atau aftermarket, seperti Shop & Drive, Shop & Bike, Motoquick, hingga Astra Otoservice.
Direktur Astra Otoparts Tujuh Martogi Siahaan menjelaskan bahwa perluasan jaringan ritel menjadi salah satu strategi prioritas perseroan untuk meningkatkan penetrasi pasar aftermarket.
Namun, pembukaan gerai baru tidak dilakukan secara agresif tanpa mempertimbangkan potensi pasar. AUTO akan tetap menerapkan prinsip investasi yang hati-hati dengan memperhitungkan tingkat kepadatan populasi kendaraan di setiap wilayah.
Dalam paparan publik pada Kamis (5/11/2026), Martogi menyampaikan bahwa perseroan menargetkan penambahan sekitar 30 gerai ritel modern sepanjang 2027 dengan tetap mengedepankan pertimbangan investasi yang terukur.
Ekspansi jaringan fisik tersebut juga akan diintegrasikan dengan penguatan layanan digital melalui platform AstraOtoshop.com dan konsep online to offline (O2O).
Melalui ekosistem ini, konsumen dari segmen business to consumer (B2C) dapat melakukan pemesanan produk maupun layanan perawatan kendaraan secara daring. Selanjutnya, pembelian atau layanan tersebut dapat diselesaikan melalui jaringan gerai fisik terdekat.
Integrasi kanal digital dan jaringan ritel diharapkan dapat memperluas akses konsumen terhadap produk aftermarket sekaligus memperkuat jangkauan layanan Astra Otoparts.
AUTO Targetkan Pertumbuhan Lampaui Industri Otomotif
Di luar ekspansi ritel, AUTO juga menyiapkan strategi pertumbuhan yang lebih luas untuk menghadapi dinamika pasar otomotif pada 2027.
Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman mengungkapkan bahwa perseroan akan mengandalkan tiga strategi utama untuk mendorong pertumbuhan bisnis, yakni:
- Diversifikasi portofolio produk untuk memperluas sumber pendapatan.
- Perluasan basis pelanggan di berbagai segmen pasar.
- Penguatan jangkauan jaringan regional guna membuka peluang bisnis baru.
Yusak menilai kombinasi ketiga strategi tersebut dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan. Dengan pendekatan itu, manajemen optimistis AUTO mampu mencatatkan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan.
Optimisme tersebut didukung oleh kinerja keuangan perseroan yang masih menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Hingga akhir September 2026, Astra Otoparts membukukan laba bersih sebesar Rp1,8 triliun, meningkat 14,7% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan pertumbuhan laba, pendapatan bersih perseroan naik 15% YoY menjadi Rp17,02 triliun.
Peningkatan kinerja ini terutama ditopang oleh bertambahnya permintaan komponen dari pelanggan original equipment manufacturer (OEM), baik untuk kendaraan roda empat, roda dua, maupun kendaraan komersial.
Permintaan tersebut mencakup komponen kendaraan bermesin konvensional serta kendaraan listrik, yang menjadi salah satu area pengembangan bisnis perseroan.
Selain memperkuat pasokan komponen kendaraan listrik, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini turut memperluas diversifikasi bisnis ke sektor non-otomotif, termasuk alat kesehatan.
Langkah diversifikasi tersebut menjadi bagian dari strategi AUTO untuk memperkuat ketahanan bisnis sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu sektor industri.
Bisnis Perdagangan AUTO Tumbuh 12%
Sementara itu, segmen perdagangan yang mencakup aktivitas distribusi dan penjualan komponen juga mencatatkan pertumbuhan sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Pendapatan segmen ini mencapai Rp7,84 triliun, meningkat 12% dibandingkan dengan Rp7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh penambahan portofolio produk aftermarket, penguatan jaringan distribusi, serta meningkatnya permintaan dari pelanggan business to business (B2B) maupun B2C.
Kinerja segmen perdagangan tersebut menjadi salah satu landasan bagi AUTO untuk melanjutkan pengembangan jaringan ritel modern pada tahun mendatang.
Dengan memperluas titik layanan, mengintegrasikan penjualan digital dan gerai fisik, serta memperkaya portofolio produk, Astra Otoparts berupaya memperkuat posisinya di pasar komponen otomotif sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru pada 2027.










































