Kinerja keuangan PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menunjukkan perkembangan positif hingga kuartal III/2026. Emiten milik Raffi Ahmad ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang melampaui kenaikan pendapatannya, di tengah peningkatan beban pokok penjualan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, RANS membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp37,96 miliar selama periode Januari–September 2026. Angka tersebut meningkat 25,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp30,25 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan yang mencapai Rp243,73 miliar, atau tumbuh 5,06% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp231,98 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Capaian ini sekaligus menandai perbaikan kinerja pendapatan RANS setelah pada semester I/2026 perseroan sempat mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 13,17% menjadi Rp149 miliar dibandingkan Rp171,60 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi bisnis, segmen hiburan dan gaya hidup masih menjadi penopang utama pendapatan RANS. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, segmen tersebut menyumbang Rp169,61 miliar atau sekitar 69,59% dari total pendapatan konsolidasian.
Sementara itu, segmen penjualan produk memberikan kontribusi sebesar Rp74,11 miliar, setara dengan sekitar 30,41% dari keseluruhan pendapatan perseroan.
Meski pendapatan bertumbuh, RANS juga menghadapi peningkatan beban pokok penjualan. Sepanjang Januari–September 2026, beban tersebut mencapai Rp154,18 miliar, naik 11,48% dibandingkan Rp138,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan beban pokok penjualan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan membuat laba kotor perseroan turun dari sekitar Rp93,69 miliar menjadi Rp89,55 miliar.
Kendati demikian, setelah memperhitungkan berbagai komponen beban, pendapatan lainnya, dan pajak, RANS tetap mampu membukukan pertumbuhan laba bersih. Pencapaian tersebut turut mendorong kenaikan laba per saham dari Rp2,40 menjadi Rp3,01 per saham.
Aset RANS Melonjak, Posisi Kas Menguat
Selain mencatatkan pertumbuhan laba, RANS juga mengalami perubahan signifikan pada struktur keuangannya sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Total aset perseroan melonjak menjadi Rp855,72 miliar per akhir September 2026, meningkat sekitar 85,61% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp461,03 miliar.
Peningkatan aset tersebut terutama ditopang oleh penguatan posisi kas dan setara kas yang mencapai Rp507,43 miliar pada akhir September 2026.
Di sisi lain, total liabilitas perseroan justru mengalami penurunan menjadi Rp77,21 miliar, dari Rp120,23 miliar pada akhir 2025. Penurunan ini antara lain berkaitan dengan berkurangnya liabilitas jangka panjang menjadi Rp3,30 miliar.
Seiring dengan peningkatan aset dan penurunan kewajiban, ekuitas RANS turut melonjak dari Rp340,80 miliar pada akhir Desember 2025 menjadi Rp778,51 miliar per September 2026.
Perkembangan tersebut memperlihatkan penguatan posisi keuangan RANS, dengan nilai ekuitas yang kini mencakup sekitar 91% dari keseluruhan aset perseroan.
Dengan struktur permodalan yang semakin kuat, perkembangan kinerja operasional RANS pada periode berikutnya akan menjadi perhatian, terutama dalam menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba di tengah peningkatan biaya pada lini bisnisnya.












































