Beroperasinya LRT Jakarta Tahap 1B rute Velodrome – Manggarai sejak 16 September 2026 memperluas jangkauan transportasi publik berbasis rel bagi warga ibu kota.
Jalur lintasan ganda (double track) sepanjang 6,4 kilometer yang menghubungkan Jakarta Timur menuju simpul transit Manggarai ini ditopang oleh pengerjaan konstruksi dan instalasi jalur rel selama 900 hari kerja sejak 2024 hingga 2026 yang melibatkan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton).
Pengembangan koridor Velodrome–Manggarai menjadi krusial bagi mobilitas publik karena mengintegrasikan jalur LRT Jakarta Tahap 1A rute Kelapa Gading–Velodrome langsung ke kawasan terpadu Manggarai.
Dalam proyek strategis ini, WIKA Beton menangani pekerjaan struktur jalur rel (trackwork) melalui kolaborasi bersama kontraktor utama Kerja Sama Operasi (KSO) PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya, dan PT Len Railway Systems.
Berbeda dengan konstruksi jalur di permukaan tanah, pembangunan lintasan layang di tengah kepadatan ruang kota Jakarta menghadirkan tantangan rekayasa tersendiri.
Proses instalasi menuntut presisi tinggi guna menyesuaikan variasi lengkung lintasan serta kedinamisan elevasi struktur steel box girder berbentang panjang agar keamanan dan kenyamanan perjalanan penumpang tetap terjaga.
Untuk memastikan kesiapan lintasan sebelum beroperasi secara komersial, lingkup pengerjaan teknis yang dilakukan mencakup tahap perencanaan (engineering), pengadaan material, instalasi di lapangan, hingga pengujian dan komisioning (commissioning).
Sejumlah komponen utama perkeretaapian yang dipasang sepanjang koridor 6,4 kilometer tersebut meliputi:
- Struktur Lintasan Utama: Rel (rail), bantalan rel beton pracetak (precast sleeper), dan sistem penambat rel (rail fastening systems).

- Perangkat Pengarah dan Pengaman Jalur: Wesel (turnout) untuk perpindahan jalur kereta, guardrail, buffer stop, serta insulated rail joint.

Corporate Secretary WIKA Beton, Ignatius Harry, menyatakan bahwa optimalisasi metode kerja di lapangan menjadi kunci sehingga target peresmian dan pengoperasian LRT Jakarta Tahap 1B dapat terpenuhi tepat waktu sesuai standar mutu dan keselamatan perkeretaapian.
“LRT Tahap 1B kini sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui proyek ini, kapabilitas teknis kami di sektor perkeretaapian semakin terbukti. WIKA Beton akan terus memperkuat perannya dalam menghadirkan layanan mobilitas masyarakat,” ujar Ignatius Harry dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).
Keterlibatan dalam pembangunan jalur Velodrome–Manggarai ini melanjutkan rekam jejak anak perusahaan BUMN tersebut di bawah ekosistem Danantara setelah sebelumnya menggarap proyek LRT Jakarta Tahap 1A rute Kelapa Gading–Velodrome.
Rampungnya fase lanjutan ini sekaligus memperkuat kapasitas industri konstruksi dan manufaktur komponen perkeretaapian dalam negeri dalam mendukung jaringan transportasi massal perkotaan.Facebook











































