PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), emiten pengelola jaringan ritel Alfamart, membukukan kinerja keuangan yang tetap solid sepanjang semester I 2026. Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sekaligus meningkatkan laba bersih di tengah kenaikan sejumlah beban operasional.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, AMRT membukukan penjualan bersih sebesar Rp67,95 triliun pada periode Januari–Juni 2026, meningkat 6,49% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp63,81 triliun.
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan berasal dari wilayah luar Pulau Jawa dengan nilai penjualan mencapai Rp27,52 triliun. Sementara itu, penjualan di Pulau Jawa tercatat sebesar Rp24,65 triliun, sedangkan wilayah Jabodetabek menyumbang Rp17,43 triliun.
Seiring meningkatnya penjualan, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan sebesar 5,97% secara tahunan menjadi Rp52,80 triliun, dari Rp49,82 triliun pada semester I 2025.
Di sisi lain, perseroan turut mencatat kenaikan beban penjualan dan distribusi menjadi Rp11,91 triliun. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh naiknya beban gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan yang mencapai Rp6,37 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp5,82 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Meski menghadapi peningkatan beban operasional, AMRT tetap mampu menjaga profitabilitas. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp2,02 triliun hingga akhir Juni 2026, meningkat 7,50% dibandingkan laba bersih semester I 2025 yang sebesar Rp1,88 triliun.
Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan mencapai Rp42,78 triliun per akhir Juni 2026, sedikit meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp42,57 triliun.
Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp23,63 triliun, sedangkan total ekuitas tercatat sebesar Rp19,15 triliun pada akhir semester pertama tahun ini.
Kinerja tersebut menunjukkan kemampuan AMRT mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah meningkatnya biaya operasional.
Pertumbuhan penjualan yang konsisten serta kenaikan laba bersih menjadi indikator bahwa perseroan masih mampu menjaga efektivitas operasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri ritel modern nasional.













































