Jakarta, 22 September 2026 – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) meraih sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) dengan peringkat Utama untuk proyek Rumah Susun Pasukan Pengamanan Presiden (Rusun Paspampres) yang berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, Ibu Kota Nusantara (IKN). Sertifikat tersebut diterbitkan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk tahapan perencanaan teknis dan pelaksanaan.
Proyek senilai Rp1,84 triliun ini dibangun di atas lahan seluas 15,01 hektar. Pembangunan Rusun Paspampres mencakup 9 tower dengan total luas bangunan mencapai 104.994 m², di mana setiap towernya memiliki luas 11.666 m². Secara struktur, komposisi bangunan dirancang setinggi 12 lantai yang terdiri dari 2 lantai podium dan 10 lantai hunian, serta dilengkapi dengan area roof top.

Sertifikasi BGH ini didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap dua parameter kinerja utama. Pada Parameter Penilaian Kinerja BGH Perencanaan Teknis, rancangan bangunan dinilai terhadap tujuh aspek keberlanjutan, yaitu: pengelolaan tapak, efisiensi penggunaan energi, efisiensi penggunaan air, kualitas udara dalam ruang, penggunaan material ramah lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengelolaan air limbah.
Sementara itu, pada Parameter Penilaian Kinerja BGH Pelaksanaan, aspek yang dinilai meliputi: kesesuaian kinerja pelaksanaan konstruksi BGH, proses konstruksi hijau, praktik perilaku hijau, dan rantai pasok hijau. Peringkat Utama merupakan peringkat tertinggi dalam klasifikasi bangunan gedung hijau, yang menunjukkan bahwa Rusun Paspampres IKN telah memenuhi seluruh persyaratan ketat pada kedua tahapan parameter tersebut.
Direktur Utama WEGE, Mahendra Vijaya, menegaskan bahwa perolehan sertifikat ini merupakan wujud nyata dari implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan di lapangan. “Sertifikat BGH Utama ini menjadi
bukti bahwa komitmen keberlanjutan WEGE tidak berhenti pada tataran konsep semata, melainkan telah tertanam sejak tahapan perencanaan teknis hingga implementasi proses pelaksanaannya. Rusun Paspampres IKN dirancang secara khusus agar hemat energi dan air, sehat bagi penghuninya, serta selaras dengan kelestarian lingkungan sekitarnya,” ujar Mahendra.
Penerapan prinsip BGH yang konsisten ini diyakini akan memberikan nilai tambah dan manfaat jangka panjang bagi para pengguna bangunan nantinya. Mahendra menambahkan, desain hijau pada Rusun Paspampres IKN akan berdampak langsung pada efisiensi konsumsi energi dan air, penciptaan kualitas udara dalam ruangan yang lebih sehat, hingga biaya operasional dan pemeliharaan gedung yang lebih terkendali.
Capaian ini sekaligus mempertegas dukungan WEGE terhadap visi besar pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kawasan smart and sustainable forest city. Ke depannya, WEGE berkomitmen penuh untuk terus menjaga konsistensi penerapan standar BGH Utama tersebut hingga seluruh tahapan penyelesaian konstruksi rampung dan siap digunakan.










































