PT Hero Global Investment Tbk. (HGII) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp2,79 miliar dari laba bersih tahun buku 2025, sekaligus menyiapkan sejumlah langkah ekspansi untuk memperkuat portofolio pembangkit energi baru terbarukan (EBT) pada 2026.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada 11 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp4,3 per saham atau setara 16% dari laba bersih perseroan tahun lalu.
Total dividen yang dibagikan mencapai Rp2,795 miliar, sementara sisa laba akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha di masa mendatang.
Direktur Utama HGII, Robin Sunyoto, menyampaikan bahwa pembagian dividen tersebut mencerminkan kinerja perusahaan yang tetap solid sekaligus menunjukkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis energi terbarukan yang terus berkembang.
Menurutnya, perseroan akan terus menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi operasional dan penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Saat ini, HGII mengoperasikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yakni PLTM Parmonangan-1 berkapasitas 9 megawatt (MW) dan PLTM Parmonangan-2 berkapasitas 10 MW. Kedua pembangkit tersebut telah beroperasi secara penuh melalui skema Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero).
Selain itu, perseroan juga memiliki kepemilikan saham minoritas pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Ujung Batu di Riau dengan kapasitas 3 MW, yang turut melengkapi portofolio energi bersih perusahaan.
Seiring meningkatnya kebutuhan energi rendah karbon di Indonesia, HGII mulai memperluas fokus pengembangan bisnis melalui berbagai peluang proyek baru di sektor EBT. Saat ini, perseroan tengah mengikuti proses lelang untuk proyek PLTM di Sumatera Utara serta proyek pembangkit listrik berbasis bioenergi di Kalimantan Barat.
Manajemen menilai terbitnya Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 membuka peluang pertumbuhan yang signifikan bagi pengembang energi terbarukan, terutama pada sektor tenaga air yang menjadi salah satu kompetensi utama perusahaan.
Robin menjelaskan bahwa HGII memiliki pengalaman dan pemahaman yang kuat dalam pengembangan energi hidro, baik dari aspek teknis, operasional, maupun kerja sama dengan PLN. Oleh karena itu, perusahaan melihat peluang besar untuk berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan energi bersih nasional yang terus meningkat.
Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa setiap peluang investasi dan proyek baru akan melalui proses evaluasi yang ketat guna memastikan kesesuaiannya dengan strategi jangka panjang perusahaan serta memberikan nilai tambah yang optimal.
Melalui pendekatan yang selektif dan terukur tersebut, HGII berharap dapat memperluas portofolio pembangkit energi terbarukan sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah percepatan transisi energi dan meningkatnya kebutuhan listrik ramah lingkungan di Indonesia.













































