PT Esa Medika Mandiri Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk manusia ini resmi melantai di Bursa Saham Indonesia pada hari ini tepatnya Rabu, 8 Juli 2026.
Pencatatan saham ini diumumkan oleh Direktur PT Bursa Efek Indonesia Saidu Solihin dalam acara bertajuk “Seremoni Pencatatan Perdana Saham EMMI” yang disiarkan secara virtual melalui kanal youtube Indonesia Stock Exchange.
Sebagaimana informasi yang dikutip dari siaran langsung tersebut, Esa Medika Mandiri resmi mencatatkan saham perdananya dengan kode EMMI di papan pengembangan Bursa sehingga menjadikannya sebagai tercatat ke – 5 yang sukses melantai di pasar modal tanah air di sepanjang tahun 2026.
Sebelum tercatat di bursa, EMMI telah melaksanakan serangkaian tahapan untuk memuluskan langkahnya melantai di Bursa Saham Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun ini.
Salah satunya dengan menggelar aksi masa penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang berlangsung pada 2 – 6 Juli 2026.di bawah pendampingan PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek serta PT Yulie Sekuritas Indonesia TBK dan PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai Penjamin Emisi Efek.
Dalam aksi korporasi tersebut, EMMI menetapkan harga penawaran di angka Rp470 per saham dengan melepas sebanyak 522.857.000 (lima ratus dua puluh dua juta delapan ratus lima puluh tujuh ribu) saham biasa atau sebesar 30% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Dengan jumlah saham dan harga yang ditawarkan tersebut, perseroan menghimpun dana sebesar Rp245 miliar.
Rencananya seluruh dana IPO yang diperoleh perusahaan dari hasil penjualan saham yang ditawarkan melalui penawaran umum perdana saham ini :
– Sekitar Rp50.000.000.000,- (lima puluh miliar Rupiah) akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman Perseroan
– Sekitar 6,4% akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan dalam bentuk pembiayaan belanja modal yaitu pembangunan gedung pabrik Cikupa.
– Sekitar 72,3% akan digunakan untuk keperluan modal kerja Perseroan antara lain pembelian barang terkait proyek serta pembelian bahan baku/ persediaan.
Direktur Utama Esa Medika Mandiri Florian Chris Widjaja menjelaskan bahwa penguatan modal kerja dan kapasitas usaha menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan terhadap alat kesehatan yang andal dan berkualitas.
EMMI melihat kebutuhan alat kesehatan nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas, didorong oleh modernisasi rumah sakit, peningkatan kapasitas layanan kesehatan, serta penguatan industri alat kesehatan dalam negeri.
Profil Singkat PT Esa Medika Mandiri Tbk
PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) terus memperkuat perannya sebagai penyedia alat kesehatan di Indonesia melalui kegiatan usaha utama di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk manusia (Kode KBLI 46691), yang mencakup kegiatan usaha perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran untuk manusia.
Dalam menjalankan operasionalnya, Perseroan didukung oleh jaringan distribusi dan produksi, meliputi satu kantor pusat, dua fasilitas pabrik, serta empat kantor perwakilan yang tersebar di sejumlah wilayah strategis.
Jaringan tersebut diperkuat oleh tenaga pemasaran dan sales representative yang hadir di berbagai daerah, memungkinkan perusahaan menjangkau kebutuhan rumah sakit, laboratorium, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya secara lebih luas.
Selain fokus pada distribusi produk, PT Esa Medika Mandiri juga menempatkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sebagai bagian dari komitmen bisnisnya.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyediaan produk kesehatan berkualitas tinggi yang didukung teknologi medis terkini, serta layanan purna jual yang ditujukan untuk memastikan optimalisasi penggunaan peralatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Kemudian Perseroan juga memiliki posisi strategis sebagai pemegang hak distribusi eksklusif sejumlah merek global di sektor teknologi medis (medtech) di Indonesia.
Kepercayaan dari berbagai mitra internasional tersebut tidak hanya memperkuat portofolio produk perusahaan, tetapi juga menjadi jaminan keberlanjutan pasokan alat kesehatan yang dibutuhkan pasar domestik


















































