PT Bach Multi Global Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang Penjualan dan Penyewaan Genset serta Jasa Konstruksi dan Pemeliharaan Infrastruktur Telekomunikasi ini resmi melantai di Bursa Saham Indonesia pada hari ini tepatnya Rabu, 8 Juli 2026.
Pencatatan saham ini diumumkan oleh Direktur PT Bursa Efek Indonesia Saidu Solihin dalam acara bertajuk “Seremoni Pencatatan Perdana Saham BACH” yang disiarkan secara virtual melalui kanal youtube Indonesia Stock Exchange.
Sebagaimana informasi yang dikutip dari siaran langsung tersebut, Bach Multi Global resmi mencatatkan saham perdananya dengan kode BACH di papan utama Bursa sehingga menjadikannya sebagai tercatat ke – 4 yang sukses melantai di pasar modal tanah air di sepanjang tahun 2026.
Pada perdagangan saham perdananya, perseroan langsung mencuri perhatian pasar setelah sahamnya menguat hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).
Berdasarkan hasil pemantauan InfoBEI.com, saham berkode BACH ini menguat sebesar 24,43 persen menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan harga sebesar Rp550 per saham dari harga perdananya sebesar Rp442 per saham.
Sebelum tercatat di bursa, BACH telah melaksanakan serangkaian tahapan untuk memuluskan langkahnya melantai di Bursa Saham Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun ini.
Salah satunya dengan menggelar aksi masa penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang berlangsung pada 2 – 6 Juli 2026.di bawah pendampingan PT Erdikha Elit Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan PT Pilarmas Investindo Sekuritas sebagai Penjamin Emisi Efek.
Dalam aksi korporasi tersebut, BACH menetapkan harga penawaran di angka Rp442 per saham dengan melepas sebanyak 615.000.000 (enam ratus lima belas juta) saham biasa atau sebesar 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Dengan jumlah saham dan harga yang ditawarkan tersebut, perseroan menghimpun dana sebesar Rp271,83 miliar.
Rencananya seluruh dana IPO yang diperoleh perusahaan dari hasil penjualan saham yang ditawarkan melalui penawaran umum perdana saham ini :
– Sekitar Rp91.020.000.000 (sembilan puluh satu miliar dua puluh juta) Rupiah akan digunakan Perseroan untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk atas fasilitas pinjaman jangka panjang yaitu Omnibus Revolving Loan dengan tanggal penarikan pada berbagai tanggal di bulan Januari sampai dengan Maret 2026.
– Dana yang tersisa akan digunakan sebagai modal kerja yaitu untuk pembayaran kepada pemasok dalam rangka pembelian genset untuk dijual maupun disewakan.
Manajemen BACH menjelaskan bahwa langkah strategis ini menjadi fondasi bagi BACH untuk mempercepat ekspansi bisnis di sektor penyediaan energi dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital dan keandalan pasokan listrik di Indonesia.
Profil Singkat PT Bach Multi Global Tbk
PT Bach Multi Global Tbk memulai perjalanan usahanya pada 2006 sebagai penyedia dan penjual generator set (genset) untuk mendukung kebutuhan pasokan listrik sektor telekomunikasi.
Seiring pesatnya perkembangan infrastruktur telekomunikasi dan meningkatnya kebutuhan energi di Indonesia, perusahaan memperluas bisnisnya menjadi penyedia jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, sekaligus memperkuat lini usaha penjualan dan penyewaan genset.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, Perseroan membentuk entitas anak yang bergerak di bidang konstruksi infrastruktur telekomunikasi yaitu BMI.
Saat ini, PT Bach Multi Global menjalankan dua pilar bisnis utama yakni penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
Dalam kegiatan usaha penjualan genset, perusahaan menyediakan layanan penjualan, instalasi, hingga purna jual genset. Perseroan juga merupakan agen tunggal genset merek Himoinsa di Indonesia serta memasarkan berbagai merek global lainnya.
Sementara pada segmen penyewaan, perusahaan melayani kebutuhan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) maupun kebutuhan daya untuk berbagai proyek komersial di berbagai wilayah Indonesia.
Kemudian pada bidang konstruksi infrastruktur telekomunikasi, Perseroan terlibat dalam pembangunan menara BTS, pekerjaan sipil, mekanikal dan elektrikal, hingga pengembangan jaringan serat optik. Selain pembangunan infrastruktur baru, perusahaan juga melayani kolokasi, relokasi, serta pembongkaran menara telekomunikasi.
Selain itu, Perseroan juga memberikan jasa pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi yang dimana saat ini telah menangani sekitar 41.000 site di seluruh wilayah Indonesia, sehingga menjadikannya salah satu mitra penting dalam menjaga keandalan jaringan komunikasi nasional.



















































