PT Prodia Diagnostic Line Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pengembangan alat kesehatan Diagnostik In Vitro (IVD) ini resmi melantai di Bursa Saham Indonesia pada hari ini tepatnya Kamis, 9 Juli 2026.
Pencatatan saham ini diumumkan oleh Direktur PT Bursa Efek Indonesia Saidu Solihin dalam acara bertajuk “Seremoni Pencatatan Perdana Saham PRDL” yang disiarkan secara virtual melalui kanal youtube Indonesia Stock Exchange.
Sebagaimana informasi yang dikutip dari siaran langsung tersebut, Prodia Diagnostic Line resmi mencatatkan saham perdananya dengan kode PRDL di papan pengembangan Bursa sehingga menjadikannya sebagai tercatat ke – 6 yang sukses melantai di pasar modal tanah air di sepanjang tahun 2026.
Sebelum tercatat di bursa, PRDL telah melaksanakan serangkaian tahapan untuk memuluskan langkahnya melantai di Bursa Saham Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun ini.
Salah satunya dengan menggelar aksi masa penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang berlangsung pada 1 – 7 Juli 2026.di bawah pendampingan PT Sucor Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek.
Dalam aksi korporasi tersebut, PRDL menetapkan harga penawaran di angka Rp120 per saham dengan melepas sebanyak 522.900.000 (lima ratus dua puluh dua juta sembilan ratus ribu) Saham Baru atau sebesar 30% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Dengan jumlah saham dan harga yang ditawarkan tersebut, perseroan menghimpun dana sebesar Rp62,47 miliar.
Rencananya seluruh dana IPO yang diperoleh perusahaan dari hasil penjualan saham yang ditawarkan melalui penawaran umum perdana saham ini :
– Sebesar Rp35.666.666.667,- (tiga puluh lima miliar enam ratus enam puluh enam juta enam ratus enam puluh enam ribu enam ratus enam puluh tujuh Rupiah) akan digunakan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) dan pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Pan Indonesia Tbk (“Panin”).
– Sebesar 28,18% (dua puluh delapan koma satu delapan persen) akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure) termasuk namun tidak terbatas pada pembelian mesin dan peralatan kalibrasi, kendaraan, system software, relayout area produksi dan penambahan AHU Lab Biomolekuler.
– Sisanya sekitar 10,18% (sepuluh koma satu delapan persen) akan digunakan untuk modal kerja (working capital) Perseroan termasuk namun tidak terbatas pada pembelian bahan baku, biaya product & development dan selling & marketing.
Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk Cristina Sandjaja, mengungkapkan bahwa tujuan utama perusahaan melantai di Bursa bukan hanya semata – mata untuk memperoleh dana segar dari pasar modal.
Tetapi menurutnya, IPO ini juga bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas perusahaan melalui penerapan tata kelola yang lebih baik, transparansi, serta memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Meskipun begitu, keputusan melangsungkan IPO di tahun ini bukanlah proses yang mudah mengingat pasar modal tanah air tengah berada di bawah tekanan terlebih lagi proses seleksi dari Bursa yang semakin ketat dengan adanya aturan baru.
Namun dibalik proses yang tidak mudah ini justru membuat investor menjadi lebih lega karena perusahaan yang IPO sudah tersaring dengan baik.
Profil Singkat PT Prodia Diagnostic Line Tbk
PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan penyediaan produk diagnostik kesehatan di Indonesia.
Perseroan menyediakan berbagai solusi diagnostik, mulai dari reagen, instrumen laboratorium, hingga perangkat pendukung yang digunakan oleh laboratorium klinik, rumah sakit, institusi kesehatan, serta fasilitas penelitian.
Didirikan sebagai bagian dari ekosistem layanan kesehatan Prodia, perusahaan ini berfokus pada pengembangan dan penyediaan teknologi diagnostik modern guna mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
Produk dan layanan yang ditawarkan mencakup berbagai bidang diagnostik, seperti kimia klinik, hematologi, imunologi, mikrobiologi, patologi anatomi, diagnostik molekuler, hingga point-of-care testing (POCT).
Melalui jaringan distribusi yang luas serta kemitraan dengan berbagai produsen alat kesehatan dan diagnostik global, perusahaan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu penyedia solusi diagnostik terintegrasi di Indonesia.
Seiring perkembangan industri kesehatan dan meningkatnya kebutuhan pemeriksaan laboratorium, PT Prodia Diagnostic Line Tbk terus mengembangkan portofolio produk dan layanan untuk mendukung transformasi layanan diagnostik yang lebih akurat, cepat, dan efisien.



















































