PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) mencatatkan pendapatan sebesar Rp808,07 miliar di sepanjang semester I/2026.
Kinerja pendapatan ini ditopang oleh kontribusi sejumlah proyek konstruksi strategis yang tengah dikerjakan perseroan di berbagai wilayah Indonesia, sejalan dengan upaya memperkuat operasional di tengah dinamika industri konstruksi.
Berdasarkan segmen usaha, jasa konstruksi menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp316,81 miliar. Kontribusi tersebut diikuti oleh bisnis beton pracetak (precast) yang menyumbang sebesar Rp310,30 miliar serta lini usaha readymix dan quarry yang menyumbang Rp180,95 miliar.
Pendapatan perseroan berasal dari berbagai proyek strategis, di antaranya Proyek Tangguh UCC Onshore, pembangunan Gedung KCN Marunda, Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3 (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 3, perbaikan Jalan Tol KAPB, pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura, Laboratorium Terpadu Universitas Khairun, serta Gedung L-SSIT Universitas Udayana.
Di tengah pelaksanaan berbagai proyek tersebut, WSBP terus mengedepankan kualitas produk, ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Selain itu, WSBP juga menjalankan berbagai langkah untuk meningkatkan produktivitas fasilitas produksi, mengendalikan biaya, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset dan sumber daya sebagai bagian dari penguatan fondasi operasional.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas operasional dan pengendalian biaya menjadi fokus utama perusahaan yang terus dijalankan agar operasional perusahaan dapat berjalan lebih efektif serta mendukung penguatan kinerja usaha secara bertahap.
Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Dimana di sepanjang semester I/2026, beban umum dan administrasi (BUA) berhasil ditekan sebesar 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari Rp191,85 miliar menjadi Rp161,18 miliar.
Ke depan, WSBP akan tetap memprioritaskan penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan dengan menjaga kualitas produk dan layanan, sekaligus melanjutkan berbagai inisiatif efisiensi secara berkelanjutan guna memperkuat kinerja operasional.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, perseroan optimis dapat terus meningkatkan kinerja operasional dan memanfaatkan berbagai kesempatan bisnis yang dapat mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.


















































