PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) memanfaatkan ajang International Industrial Trade Fair INNOPROM 2026 di Rusia untuk memperluas peluang investasi internasional bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Partisipasi dalam pameran industri global tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menarik investor sekaligus memperkuat posisi kawasan sebagai pusat manufaktur modern di Indonesia.
Kepala Departemen Marketing Strategy KEK Industropolis Batang, Rachmat Priyatna, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam INNOPROM 2026 tidak hanya bertujuan mempromosikan kawasan industri, tetapi juga memperkenalkan KEK Industropolis Batang sebagai destinasi investasi yang mengedepankan konsep smart, green, and integrated industrial estate.
Menurutnya, kawasan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur global yang semakin mengutamakan efisiensi, keberlanjutan, serta integrasi teknologi dalam proses produksi.
Pameran INNOPROM 2026 yang berlangsung pada 6 – 9 Juli 2026 ini dimanfaatkan KITB untuk menjangkau pelaku industri internasional di berbagai sektor strategis, mulai dari kendaraan listrik (electric vehicle/EV), otomotif, energi hijau, elektronik, advanced manufacturing, hingga industri digital dan komunikasi.
Dalam ajang tersebut, KEK Industropolis Batang hadir sebagai bagian dari Paviliun Indonesia di Hall 4 Booth 4B1 bersama Kawasan Industri Wiraraja, Kawasan Industri Bintan, dan Kawasan Industri Kendal. Keikutsertaan tersebut berada di bawah koordinasi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Himpunan Kawasan Industri (HKI).
Partisipasi Indonesia dalam pameran ini juga merupakan tindak lanjut dari kerja sama bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang disepakati pada April 2025, serta nota kesepahaman antara Kementerian Perindustrian RI dan pemerintah Rusia yang ditandatangani di Moskow pada Desember 2025.
Selama penyelenggaraan INNOPROM 2026, tim Marketing & Sales KEK Industropolis Batang menggelar serangkaian business matching dengan calon investor dan mitra strategis dari berbagai negara.
Pertemuan bisnis tersebut difokuskan pada enam sektor prioritas kawasan, yakni ekosistem kendaraan listrik dan rantai pasoknya, otomotif, energi terbarukan dan industri hijau, elektronik, advanced manufacturing, serta digital dan komunikasi.
Melalui penjajakan tersebut, KITB berharap dapat memperkuat rantai pasok industri, mendorong transfer teknologi, serta membuka peluang investasi baru yang mampu mempercepat pengembangan industri nasional.
Inisiatif ini juga diharapkan mendukung percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, memperkuat daya saing industri otomotif, meningkatkan investasi di sektor energi bersih, mengembangkan industri elektronik bernilai tambah, serta mempercepat transformasi KEK Industropolis Batang menjadi kawasan industri cerdas berbasis teknologi.
Ke depan, hasil pertemuan dengan para calon investor akan ditindaklanjuti melalui komunikasi lanjutan dan penyusunan proposal kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengonversi minat investasi menjadi proyek nyata yang dapat memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai salah satu pusat industri strategis di Indonesia.


















































