PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) terus memperkuat ekspansi bisnis pelayaran dengan mengalokasikan investasi senilai Rp460 miliar untuk pembangunan dua unit kapal chemical tanker baru.
Langkah ekspansi ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperbesar kapasitas armada sekaligus menangkap peluang pertumbuhan distribusi produk kimia di pasar domestik maupun regional.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Bursa, pembiayaan tersebut disalurkan kepada anak usaha PT Samudera Perkapalan Indonesia melalui Akad Pembiayaan Mudharabah yang ditandatangani pada 10 Juli 2026. Dana investasi bersumber dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Samudera Indonesia Tahap III Tahun 2026.
Direktur Kepatuhan sekaligus Sekretaris Perusahaan Samudera Indonesia, Farida Helianti Sastrosatomo, menjelaskan bahwa pembiayaan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat aset operasional melalui penambahan armada.
Menurutnya, investasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas operasional sekaligus menambah aset yang dimiliki PT Samudera Perkapalan Indonesia.
Penambahan dua kapal chemical tanker tersebut diproyeksikan memperkuat kemampuan perseroan dalam melayani distribusi produk kimia yang membutuhkan armada dengan spesifikasi khusus.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan logistik industri kimia di kawasan Asia Tenggara, ekspansi ini juga dinilai dapat memperluas jangkauan layanan SMDR di pasar domestik maupun regional.
Dari sisi bisnis, investasi tersebut berpotensi meningkatkan sumber pendapatan berulang (recurring income) melalui tambahan kapasitas angkut serta optimalisasi layanan pelayaran khusus yang menjadi salah satu segmen strategis perseroan.
SMDR menjelaskan bahwa pembiayaan kepada PT Samudera Perkapalan Indonesia dikategorikan sebagai transaksi afiliasi mengingat entitas tersebut merupakan anak usaha dengan kepemilikan sekitar 99% oleh perseroan.
Meski demikian, Manajmen SMDR memastikan transaksi tersebut tidak termasuk transaksi material maupun transaksi yang mengandung benturan kepentingan sesuai ketentuan pasar modal.
Nilai investasi sebesar Rp460 miliar itu setara sekitar 3,25% dari total ekuitas SMDR yang tercatat sebesar US$785,27 juta per 31 Maret 2026. Dengan porsi tersebut, transaksi masih berada di bawah ambang batas 20% ekuitas yang ditetapkan dalam regulasi mengenai transaksi material.
Melalui penambahan armada baru ini, Samudera Indonesia semakin mempertegas langkah ekspansinya di sektor logistik maritim. Perseroan optimistis investasi tersebut akan memperkuat daya saing perusahaan sekaligus membuka peluang pertumbuhan jangka menengah seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi industri di kawasan Asia Tenggara.















































