PT Eastparc Hotel Tbk. (EAST) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang semester I-2026. Meskipun pertumbuhan pendapatan relatif moderat, perseroan berhasil membukukan lonjakan laba bersih berkat keberhasilan menekan beban operasional serta meningkatnya pendapatan lain-lain.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi, EAST membukukan pendapatan sebesar Rp44,78 miliar pada periode Januari hingga Juni 2026. Realisasi tersebut meningkat 0,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp44,34 miliar.
Dari sisi operasional, efisiensi menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan profitabilitas. Beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp10,22 miliar, turun dari Rp10,85 miliar pada semester I-2025. Kondisi tersebut mendorong laba kotor meningkat menjadi Rp34,56 miliar, dibandingkan Rp33,50 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan juga mencatat penurunan beban usaha menjadi Rp13,85 miliar dari sebelumnya Rp15,84 miliar. Selain itu, beban penyusutan turun menjadi Rp1,21 miliar dari Rp1,34 miliar pada semester I-2025.
Seiring dengan membaiknya efisiensi operasional, laba usaha EAST tumbuh 19,5% secara tahunan menjadi Rp19,50 miliar, meningkat dari Rp16,32 miliar pada semester I tahun lalu.
Kinerja perseroan semakin terdongkrak oleh peningkatan pendapatan dari pos lain-lain. EAST membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,16 miliar, berbalik dari posisi beban bersih Rp627,58 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontributor terbesar berasal dari keuntungan pelepasan aset digital senilai Rp1,08 miliar.
Dengan kombinasi peningkatan laba operasional dan kontribusi pendapatan non-operasional tersebut, laba sebelum pajak perseroan meningkat menjadi Rp20,66 miliar atau naik sekitar 31,7% dibandingkan Rp15,69 miliar pada semester I-2025.
Setelah memperhitungkan beban pajak kini dan pajak tangguhan, PT Eastparc Hotel Tbk. membukukan laba bersih sebesar Rp16,96 miliar hingga akhir Juni 2026. Capaian tersebut tumbuh sekitar 34,3% dibandingkan laba bersih sebesar Rp12,62 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut mencerminkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas di tengah pertumbuhan pendapatan yang relatif terbatas, dengan mengandalkan strategi efisiensi operasional dan optimalisasi sumber pendapatan lainnya.













































