PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) kembali menghidupkan merek Semen Kujang sebagai bagian dari strategi memperkuat penetrasi pasar bahan bangunan di Jawa Barat. Peluncuran kembali produk yang memiliki sejarah panjang di wilayah tersebut ditandai dengan Grand Launching Semen Kujang di Hotel InterContinental, Bandung pada Jumat (28/8/2026).
Mengusung tema “Grand Launching Semen Kujang, Lebih Kokoh & Lebih Kuat”, kegiatan tersebut dihadiri jajaran Direksi dan Komisaris SIG, mitra distributor, serta 387 toko bangunan dari Purwakarta, Karawang, Subang, Sumedang, dan Bandung.
Bagi SIG, kembalinya Semen Kujang bukan sekadar menghadirkan kembali sebuah merek lama. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan portofolio produk dengan karakteristik pasar sekaligus memanfaatkan kekuatan local heritage yang telah melekat pada masyarakat Jawa Barat.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra menyampaikan bahwa keputusan menghidupkan kembali Semen Kujang dilandasi oleh besarnya potensi pasar Jawa Barat serta kedekatan emosional masyarakat terhadap merek tersebut. Produk ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan konstruksi, tetapi juga kembali menjadi bagian dari kebanggaan masyarakat setempat.
Menurut Indrieffouny, kehadiran Semen Kujang menjadi awal dari interaksi baru antara SIG dan pelanggan di Jawa Barat. Perusahaan juga ingin memperkuat hubungan dengan seluruh pelaku industri konstruksi, mulai dari distributor, toko bangunan, kontraktor, pengembang, konsultan hingga tukang bangunan.
Sebagai salah satu pemimpin industri bahan bangunan nasional, SIG memiliki portofolio merek yang telah dikenal luas, seperti Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Semen Baturaja, Semen Andalas, dan Dynamix. Kembalinya Semen Kujang menambah kekuatan portofolio tersebut dengan pendekatan merek yang lebih dekat dengan karakter dan kebutuhan pasar regional.
Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan menjelaskan, Semen Kujang bukan merupakan merek baru bagi masyarakat Jawa Barat. Produk tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan daerah sejak pertama kali diperkenalkan pada 1975.
Kehadiran kembali Semen Kujang sekaligus membawa pembaruan dari sisi teknologi dan proses produksi. Produk tersebut merupakan semen Portland Composite Cement (PCC) yang memenuhi SNI 7064:2022 dan diproduksi oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong, Jawa Barat.
Dari sisi teknologi, Semen Kujang dilengkapi Active Micro Particle, yakni inovasi berupa butiran mikro yang membantu mengisi rongga material secara lebih optimal. Teknologi tersebut dirancang untuk menghasilkan struktur bangunan yang lebih padat, kuat, dan tahan lama.
SIG juga mengedepankan aspek keberlanjutan dalam proses produksinya. Selain memiliki daya rekat yang kuat, Semen Kujang diklaim mampu menghasilkan permukaan yang lebih halus dan pengecoran yang lebih padat dengan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Untuk memperkuat kedekatan merek dengan masyarakat Jawa Barat, SIG turut menggandeng Persib Bandung dalam rangkaian Grand Launching. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Meet & Greet bersama pemain Persib, yakni Beckham Putra, Adam Alis, dan Francisco Matricardi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan serta tujuh mitra distributor wilayah Bandung. SIG juga memberikan apresiasi kepada 22 toko bangunan dengan kinerja penjualan Semen Kujang terbaik di Jawa Barat.
Antusiasme mitra terhadap kembalinya Semen Kujang turut tercermin dari respons di tingkat toko bangunan. Asni Arini, pemilik TB Rama Daris di Sumedang, menjadi salah satu penerima apresiasi setelah memenangkan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Honda Beat.
Menurut Asni, sejak kembali tersedia di pasaran, Semen Kujang mulai banyak dicari konsumen. Pengalaman masyarakat terhadap merek tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat produk relatif mudah dipasarkan.
Respons serupa datang dari Adin, pemilik TB Resna Jaya di Sumedang. Ia mengaku telah lama mengenal kualitas Semen Kujang dan kembali melakukan pemesanan dalam jumlah besar setelah produk tersebut ditawarkan oleh tim penjualan SIG pada akhir Juli 2026.
Tingginya permintaan membuat penjualan Semen Kujang di tokonya telah menembus lebih dari 3.800 zak. Atas capaian tersebut, Adin meraih penghargaan Juara 1 Top Spender Semen Kujang dan memperoleh apresiasi berupa 160 zak produk.
Bagi SIG, respons dari jaringan distribusi dan konsumen tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kembali posisi Semen Kujang di pasar Jawa Barat. Dengan menggabungkan kekuatan merek lokal, teknologi, kualitas produk, dan jaringan distribusi, perusahaan berharap Semen Kujang dapat tumbuh sebagai salah satu pilihan utama masyarakat untuk kebutuhan konstruksi di wilayah tersebut.











































