PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG mencatatkan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan pada semester I/2026. Laba bersih perseroan melonjak hampir enam kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026, SIG membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp228,25 miliar. Angka tersebut meningkat 470,95% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan laba bersih semester I/2025 yang tercatat sebesar Rp39,97 miliar.
Lonjakan laba tersebut terjadi di tengah kenaikan sejumlah beban usaha. Beban pokok pendapatan SIG meningkat 11,06% YoY menjadi Rp13,85 triliun dari Rp12,47 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, peningkatan beban pokok pendapatan masih mampu diimbangi oleh pertumbuhan laba kotor. Pada semester I/2026, laba kotor SIG mencapai Rp3,79 triliun, tumbuh 21,07% YoY dari sebelumnya Rp3,13 triliun.
Dari sisi operasional, beban penjualan tercatat meningkat menjadi Rp1,47 triliun dari Rp1,08 triliun. Sementara itu, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp1,64 triliun dibandingkan Rp1,44 triliun pada semester I/2025.
Kinerja perseroan turut memperoleh dukungan dari pos keuangan. Beban keuangan SIG berhasil ditekan 21,21% YoY menjadi Rp335,32 miliar dari sebelumnya Rp425,64 miliar. Pada saat yang sama, penghasilan keuangan meningkat menjadi Rp109,86 miliar dari Rp81,17 miliar.
Kombinasi pertumbuhan laba kotor dan perbaikan kinerja keuangan tersebut kemudian mendorong laba sebelum pajak penghasilan SIG tumbuh signifikan. Pos tersebut tercatat sebesar Rp392,39 miliar, meningkat 152,70% YoY.
Sejalan dengan kenaikan laba bersih, laba per saham dasar dan dilusian SIG juga mengalami peningkatan. Pada semester I/2026, laba per saham perseroan mencapai Rp34 per saham, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp6 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi neraca, total aset SIG per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp74,62 triliun. Nilai tersebut turun 2,54% dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai Rp76,56 triliun.
Penurunan aset tersebut sejalan dengan berkurangnya total liabilitas perseroan sebesar 7,02% menjadi Rp25,24 triliun. Sementara itu, ekuitas SIG justru masih mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 0,33% menjadi Rp47,87 triliun dari Rp47,71 triliun pada akhir tahun lalu.
Dengan demikian, SIG menutup paruh pertama 2026 dengan penguatan profitabilitas meski menghadapi tekanan dari sisi biaya operasional. Pertumbuhan laba bersih yang signifikan serta perbaikan sejumlah pos keuangan menjadi penopang utama peningkatan kinerja perseroan sepanjang semester I/2026.












































