PT Bayu Buana Tbk. (BAYU) mengambil langkah strategis untuk memperkuat portofolio bisnis pariwisatanya melalui akuisisi PT Mandala Prima Perkasa (MPP).
Emiten agen perjalanan wisata tersebut menggelontorkan dana sebesar Rp112,5 miliar untuk mengambil alih seluruh kepemilikan saham MPP sebagai bagian dari upaya memperluas lini usaha travel dan hospitality.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Selasa (22/6/2026), manajemen BAYU menjelaskan bahwa aksi korporasi tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan bisnis inti perseroan di bidang agen perjalanan wisata dan layanan perjalanan korporat. Akuisisi ini juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha sekaligus integrasi bisnis secara vertikal di sektor pariwisata.
Melalui transaksi tersebut, BAYU mengakuisisi 226,04 saham atau setara 100% modal ditempatkan dan disetor penuh PT Mandala Prima Perkasa. Sebelum diakuisisi, kepemilikan saham MPP dikuasai oleh PT Triputra Milenia Perkasa sebesar 78,88% dan PT Trisurya Inti Pratama sebesar 21,12%.
Berdasarkan dokumen transaksi, nilai pasar saham MPP per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp117,52 miliar. Namun, BAYU memperoleh seluruh saham perusahaan tersebut dengan nilai transaksi Rp112,5 miliar.
Perseroan menilai akuisisi ini akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
Dari sisi regulasi, transaksi tersebut tergolong sebagai transaksi material. Nilai akuisisi mencapai sekitar 20,16% dari total ekuitas BAYU yang per Desember 2025 tercatat sebesar Rp558,18 miliar.
Manajemen memperkirakan akuisisi MPP akan memberikan dampak positif terhadap struktur keuangan perseroan. Setelah transaksi rampung, aset BAYU diproyeksikan meningkat sebesar Rp40,16 miliar. Selain itu, liabilitas diperkirakan bertambah Rp2,84 miliar, sementara ekuitas akan naik sekitar Rp37,32 miliar.
PT Mandala Prima Perkasa sendiri memiliki ruang lingkup usaha yang cukup beragam, meliputi bidang pembangunan, perdagangan, industri, pertambangan, transportasi darat, pertanian, percetakan, perbengkelan, hingga berbagai jasa di luar bidang hukum dan perpajakan.
Langkah akuisisi ini menandai upaya Bayu Buana untuk memperkuat ekosistem bisnis pariwisata dan hospitality di tengah prospek industri perjalanan yang terus berkembang. Dengan integrasi yang lebih luas, perseroan berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas sumber pendapatan, serta memperkuat daya saing di industri pariwisata nasional.


















































