PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) mencatatkan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp561,43 miliar pada kuartal I/2026.
Realisasi tersebut setara dengan sekitar 27% dari target tahunan yang ditargetkan sebesar Rp2,08 triliun. Pencapaian ini menandakan awal tahun yang cukup solid bagi pengembang kawasan Kota Deltamas ini.
Kinerja prapenjualan pada periode awal tahun masih didominasi oleh penjualan lahan industri. Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto menjelaskan bahwa segmen tersebut tetap menjadi tulang punggung dalam pencapaian marketing sales perseroan.
Selain itu, kontribusi juga datang dari segmen hunian, khususnya penjualan rumah tapak di kawasan Kota Deltamas.
Permintaan terhadap lahan industri, terutama di Greenland International Industrial Center (GIIC), terus menunjukkan tren peningkatan. Penyebab terjadinya fenomena ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi serta meningkatnya adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang mendorong kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia.
Manajemen mencatat bahwa dari total permintaan lahan industri sekitar 75 hektare pada awal 2026, lebih dari separuhnya berasal dari pelaku industri pusat data (data center). Tingginya minat dari sektor ini mencerminkan pergeseran kebutuhan industri menuju infrastruktur digital yang lebih masif dan terintegrasi.
Ke depan, perseroan menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kawasan industri, hunian, dan komersial secara terpadu. Strategi ini diarahkan untuk memperkuat posisi Kota Deltamas sebagai kawasan modern terintegrasi di timur Jakarta, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Sebelumnya, DMAS telah menetapkan target marketing sales sebesar Rp2,08 triliun untuk tahun buku 2026.
Manajemen memandang target tersebut realistis didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang relatif stabil serta pipeline permintaan lahan industri yang masih kuat, terutama dari sektor data center yang mendominasi lebih dari 70% permintaan.
Selain itu, tingkat konsumsi domestik yang tetap terjaga serta dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi dinilai turut mendorong pengembangan produk komersial dan residensial di kawasan Deltamas.
Dalam konteks tersebut, fokus pada sektor industri berbasis teknologi menjadi langkah strategis bagi perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang.













































