PT Hutama Karya (Persero) resmi menunjuk Akhmad Syamsuddin sebagai anggota Dewan Komisaris yang baru berdasarkan keputusan para pemegang saham pada 9 Juli 2026.
Penunjukkan tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola perusahaan di tengah berlanjutnya penyelesaian berbagai proyek infrastruktur strategis yang dikelola perseroan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Executive Vice President sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa pengangkatan Akhmad Syamsuddin ditetapkan melalui Surat Keputusan Para Pemegang Saham PT Hutama Karya (Persero) Nomor 329 Tahun 2026 dan Nomor SK.115/DI-DAM/DO/2026 tertanggal 9 Juli 2026.
Berdasarkan keputusan tersebut, para pemegang saham secara resmi menetapkan Akhmad Syamsuddin sebagai Komisaris PT Hutama Karya (Persero).
Hamdani menegaskan bahwa perubahan susunan Dewan Komisaris ini tidak memberikan dampak langsung terhadap kegiatan operasional perusahaan, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun keberlangsungan usaha perseroan.
Hutama Karya akan menindaklanjuti keputusan tersebut sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Di tengah penyegaran jajaran pengurus, Hutama Karya terus melanjutkan berbagai proyek strategis nasional melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Hingga pertengahan 2026, perseroan tercatat mengelola empat proyek berskala besar dalam skema tersebut.
Beberapa proyek yang tengah dijalankan antara lain Pelabuhan Anggrek di Gorontalo yang telah memasuki tahap operasional serta pengembangan Proving Ground di Jawa Barat.
Selain itu, Hutama Karya juga mengerjakan proyek pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena melalui badan usaha pelaksana PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP).
Proyek tersebut menjadi salah satu infrastruktur strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, pembangunan ruas jalan tersebut telah menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja lokal untuk berbagai pekerjaan sipil maupun operasional di lapangan. HMTP menargetkan proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat segera dirasakan masyarakat di sepanjang koridor Trans Papua.
Di sisi lain, Hutama Karya juga tengah menuntaskan pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat melalui PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP).
Dengan penguatan struktur pengawasan melalui penunjukan komisaris baru serta keberlanjutan sejumlah proyek infrastruktur strategis, Hutama Karya akan terus berupaya menjaga kinerja perusahaan sekaligus mendukung percepatan pembangunan nasional melalui penyediaan infrastruktur yang berkelanjutan.

















































