Bursa Saham Indonesia menargetkan jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia melampaui 1.100 emiten pada 2030.
Target tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Bursa untuk memperdalam pasar modal nasional sekaligus memperluas basis perusahaan yang menghimpun pendanaan melalui bursa.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa target tersebut akan dievaluasi dan dijabarkan secara bertahap setiap tahun dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar.
Menurut Jeffrey, Bursa dalam negeri tetap optimistis jumlah perusahaan tercatat dapat melampaui 1.100 emiten pada tahun 2030 mendatang.
Namun, pencapaiannya akan disesuaikan dengan dinamika pasar serta faktor-faktor yang memengaruhi minat perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering atau IPO).
Jeffrey menyebut bahwa sepanjang 2026 kondisi pasar modal masih menghadapi tantangan akibat meningkatnya ketidakpastian global. Situasi tersebut berdampak pada kehati-hatian sejumlah perusahaan dalam mengambil keputusan untuk melantai di bursa.
Jeffrey menilai keputusan melakukan IPO merupakan langkah strategis yang memerlukan perencanaan dan pertimbangan matang. Oleh karena itu, Bursa memahami bahwa waktu pencatatan saham akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar dan kesiapan masing-masing perusahaan.
Meski demikian, Bursa memastikan akan terus melakukan penyesuaian target pencatatan setiap tahun agar tetap realistis sekaligus selaras dengan perkembangan ekonomi dan pasar modal.
Berdasarkan data statistik Bursa Saham Indonesia, hingga saat ini terdapat 963 perusahaan tercatat. Dari jumlah tersebut, 271 emiten berada di Papan Utama, 500 emiten tercatat di Papan Pengembangan, dan 41 emiten berada di Papan Akselerasi.
Sementara itu bila mengacu pada data pipeline pasar modal tanah air per 10 Juli 2026, terdapat empat perusahaan yang tengah menjalani proses menuju penawaran umum perdana saham dengan rincian terdiri atas satu perusahaan dari sektor basic materials, satu perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, serta dua perusahaan dari sektor healthcare.
Dengan pipeline yang masih berjalan dan strategi pendalaman pasar yang terus diperkuat, Bursa optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan jumlah emiten serta meningkatkan peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha di Indonesia.



















































