Pemerintah terus memperkuat strategi pengembangan kawasan industri nasional melalui konsolidasi aset badan usaha milik negara (BUMN). Langkah tersebut diyakini akan menjadikan PT Danareksa (Persero) sebagai pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menarik investasi global.
Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa konsolidasi aset kawasan industri milik BUMN berpotensi menambah lebih dari 13.000 hektare kawasan yang akan dikelola Danareksa. Dengan skala tersebut, Danareksa diproyeksikan menjadi pengelola aset kawasan industri terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Dony, pemerintah tidak hanya akan mengonsolidasikan kepemilikan (ownership) kawasan industri, tetapi juga menyiapkan strategi pengembangan jangka panjang agar kawasan-kawasan tersebut mampu menjadi motor penggerak investasi nasional.
Rencana tersebut merupakan bagian dari percepatan transformasi Danareksa menjadi strategic holding kawasan industri BUMN. Transformasi itu mencakup pengembangan tujuh kawasan industri yang telah beroperasi, optimalisasi aset, penataan entitas noninti, serta penguatan sumber pendapatan berulang (recurring income) melalui pengembangan utilitas, infrastruktur, dan properti penunjang kawasan.
Pemerintah juga tengah mengidentifikasi sejumlah kawasan strategis yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah yang saat ini masih menyelesaikan sejumlah tahapan transaksi, pemerintah juga menjajaki pengembangan kawasan industri di Karawang, Patimban, Jawa Barat, serta Batam.
Dony menilai kawasan-kawasan tersebut akan menjadi tulang punggung dalam meningkatkan daya tarik investasi Indonesia di masa mendatang. Melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi, pemerintah berharap kawasan industri mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi aset-aset BUMN sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Sebelumnya, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah mengumumkan pembentukan holding baru bernama Kawasan Industri Indonesia. Pembentukan entitas tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi BUMN yang bertujuan menciptakan pengelolaan kawasan industri yang lebih profesional, terfokus, dan efisien.
Dony menjelaskan bahwa selama ini pengelolaan kawasan industri masih bercampur dengan berbagai lini bisnis lain sehingga dinilai belum optimal. Dengan hadirnya holding khusus, seluruh aktivitas pengembangan kawasan akan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan, percepatan investasi, serta pengembangan ekosistem industri.
Selain mengubah model bisnis menjadi lebih fokus pada pengelolaan kawasan, Danantara juga akan menempatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang manajemen kawasan industri.
Menurut Dony, kualitas pengelola menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing kawasan industri Indonesia dan menarik lebih banyak investor domestik maupun asing.













































