PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Pendapatan AKRA tercatat mengalami lonjakan mencapai lebih dari 40%. Hal ini turut mendorong laba bersih perseroan tumbuh hampir 34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan pendapatan yang dibarengi peningkatan laba menunjukkan kemampuan emiten tersebut menjaga pertumbuhan bisnis di tengah kenaikan beban operasional.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang berakhir pada 30 September 2026, AKRA membukukan total pendapatan sebesar Rp46,53 triliun. Angka tersebut melonjak 43,64% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dibandingkan Rp32,40 triliun pada periode Januari–September 2025.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan. Di sepanjang sembilan bulan pertama 2026, kontribusi dari pos tersebut mencapai Rp46,33 triliun, meningkat dibandingkan Rp32,18 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan pendapatan ini menjadi pendorong utama penguatan kinerja keuangan AKRA, meskipun perseroan juga menghadapi peningkatan beban pokok penjualan dan pendapatan.
Seiring dengan meningkatnya pendapatan, beban pokok penjualan dan pendapatan AKRA turut mengalami kenaikan menjadi Rp42,92 triliun sepanjang Januari–September 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan Rp29,63 triliun yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kendati demikian, pertumbuhan pendapatan tetap mampu mendorong peningkatan laba bruto perseroan. Hingga akhir September 2026, AKRA membukukan laba bruto sebesar Rp3,61 triliun, tumbuh 30,49% secara tahunan.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa perseroan masih mampu mencatatkan pertumbuhan laba kotor di tengah bertambahnya beban pokok yang menyertai kenaikan pendapatan.
Pertumbuhan laba bruto ini turut mendukung penguatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Dimana pada periode Januari–September 2026, laba bersih AKRA mencapai Rp2,21 triliun atau meningkat 33,99% dibandingkan Rp1,65 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan demikian, peningkatan pendapatan AKRA di sepanjang sembilan bulan pertama 2026 juga diikuti pertumbuhan laba yang signifikan, baik pada tingkat laba bruto maupun laba bersih.
Selain pertumbuhan pendapatan dan laba, AKRA juga mencatatkan perubahan pada struktur keuangannya hingga akhir kuartal III/2026.
Berdasarkan laporan posisi keuangan konsolidasian per 30 September 2026, total liabilitas perseroan mencapai Rp22,38 triliun.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp20,95 triliun.
Dari keseluruhan liabilitas tersebut, kewajiban jangka pendek mencapai Rp18,14 triliun, sedangkan liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp4,25 triliun.
Kenaikan liabilitas tersebut menunjukkan adanya peningkatan kewajiban perseroan sepanjang sembilan bulan pertama 2026, sejalan dengan perubahan posisi keuangan perusahaan.
Di tengah peningkatan liabilitas, AKRA juga membukukan pertumbuhan ekuitas. Hingga 30 September 2026, total ekuitas perseroan tercatat mencapai Rp16,25 triliun atau meningkat dibandingkan Rp15,61 triliun pada akhir Desember 2025.
Penguatan ekuitas tersebut turut mendukung pertumbuhan posisi keuangan konsolidasian AKRA.
Dengan total liabilitas sebesar Rp22,38 triliun dan ekuitas mencapai Rp16,25 triliun, jumlah aset perseroan tercatat sebesar Rp38,63 triliun pada akhir September 2026.
Secara keseluruhan, kinerja AKRA sepanjang Januari–September 2026 menunjukkan pertumbuhan pada sejumlah indikator utama, mulai dari pendapatan, laba bruto, laba bersih, hingga total aset.
Meski kenaikan pendapatan diikuti peningkatan beban pokok dan liabilitas, perseroan tetap mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 33,99% secara tahunan.
Capaian tersebut menjadi gambaran penguatan kinerja keuangan AKRA selama sembilan bulan pertama 2026, dengan pertumbuhan pendapatan sebagai pendorong utama peningkatan profitabilitas perseroan.











































