PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) telah merealisasikan sekitar 20% dari anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) untuk pembangunan ruas jalan tol baru hingga kuartal I/2026. Penyerapan anggaran tersebut sejalan dengan progres konstruksi yang tengah berlangsung pada sejumlah proyek strategis nasional.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, mengatakan penggunaan dana investasi pada awal tahun difokuskan untuk mempercepat penyelesaian lima proyek jalan tol yang menjadi prioritas perseroan.
Kelima proyek tersebut meliputi Jalan Tol Jogja–Solo, Jalan Tol Jogja–Bawen, Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, serta Jalan Tol Akses Patimban.
Menurut Rivan, realisasi belanja modal berjalan secara linier mengikuti perkembangan pekerjaan konstruksi di lapangan. Perseroan juga terus menjalankan berbagai langkah strategis guna memastikan target kinerja tahun 2026 dapat tercapai.
Dari sisi pendapatan, Jasa Marga menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap menjaga kualitas layanan di seluruh ruas tol yang dikelola. Perseroan berupaya memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sehingga layanan kepada pengguna jalan tetap optimal, sekaligus mendukung pelaksanaan penyesuaian tarif sesuai rencana.
Selain menjaga pertumbuhan pendapatan, perusahaan juga berfokus mempertahankan peningkatan EBITDA melalui pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan efisien. Alokasi dana diarahkan pada program-program kerja yang dinilai memberikan manfaat maksimal terhadap operasional dan kinerja perusahaan.
Rivan menjelaskan bahwa strategi pengendalian biaya usaha menjadi salah satu prioritas utama perseroan. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi program kerja serta peningkatan efektivitas operasional yang secara keseluruhan diharapkan mampu memperkuat kinerja keuangan perusahaan.
Di tengah kebutuhan investasi yang terus meningkat, Jasa Marga juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset. Namun demikian, perseroan menegaskan tetap mempertahankan posisinya sebagai pemegang saham mayoritas dalam setiap skema kerja sama yang dijalankan.
Menurut manajemen, langkah tersebut bertujuan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan untuk mendukung ekspansi jangka panjang.
Melalui kombinasi percepatan pembangunan proyek strategis, disiplin pengelolaan biaya, serta optimalisasi aset, Jasa Marga berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat perannya sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia.












































