PT Nitrasanata Dharma Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang akitvitas rumah sakit swasta dan aktivitas klinik swasta ini berencana akan menggelar masa penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 1 – 3 Juli 2026.
Berdasarkan pantauan Infobei.com melalui laman E-IPO pada 22 Juni 2026, calon emiten berkode saham JECX ini terlihat mulai memantapkan rencananya tersebut dengan menggelar masa penawaran awal atau book building di kisaran harga Rp1.200 hingga Rp1.400 per saham yang berlangsung dari 22 Juni sampai dengan 24 Juni 2026 mendatang.
Dalam prospektus yang dirilis, JECX menawarkan sebanyak 487.983.500 (empat ratus delapan puluh tujuh juta sembilan ratus delapan puluh tiga ribu lima ratus) saham biasa atau setara 15,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai nominal Rp16 per saham.
Adapun saham yang ditawarkan tersebut terdiri dari :
- 325.322.300 (tiga ratus dua puluh lima juta tiga ratus dua puluh dua ribu tiga ratus) saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan (“Saham Baru”) atau mewakili 10,00% (sepuluh koma nol nol persen) dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.
- 162.661.200 (seratus enam puluh dua juta enam ratus enam puluh satu ribu dua ratus) saham milik DR.Dr. Waldensius Girsang, SpM(K) (“Pemegang Saham Penjual”) (“Saham Divestasi”) atau mewakili 5,00% (lima koma nol nol persen) dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.
Dengan jumlah saham dan harga yang ditawarkan, JECX diperkirakan berpotensi meraup dana segar dari IPO sebesar Rp683 miliar.
Guna membantu perusahaan dalam proses IPO, JECX menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk Sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek Penawaran Umum Perdana (IPO/Initial Public Offering).
Rencananya seluruh dana IPO yang diperoleh perusahaan dari hasil penjualan saham yang ditawarkan melalui penawaran umum perdana saham ini :
– Sekitar Rp40.000.000.000 (empat puluh miliar Rupiah) akan digunakan Perseroan untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank Central Asia Tbk (“Bank BCA”) atas sebagian pokok pinjaman Perseroan.
– Sekitar Rp100.000.000.000 (seratus miliar Rupiah) akan digunakan Perseroan untuk pembayaran lebih awal kepada PT Bank HSBC Indonesia (“HSBC”) atas sebagian pokok pinjaman Perseroan.
– Sekitar Rp185.000.000.000 (seratus delapan puluh lima miliar Rupiah) akan disalurkan oleh Perseroan kepada Perusahaan Anak Perseroan.
– Sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan yaitu biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan operasional Perseroan sehari-hari, antara lain biaya gaji dan tunjangan karyawan yang akan digunakan secara bertahap selambat-lambatnya sampai dengan 31 Desember 2027.
Berikut perkiraan jadwal IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) :
– Masa penawaran awal : 22 – 24 Juni 2026
– Perkiraan tanggal efektif : 29 Juni 2026
– Perkiraan masa penawaran umum : 1 – 3 Juli 2026
– Perkiraan tanggal penjatahan : 3 Juli 2026
– Perkiraan distribusi saham secara elektronik : 6 Juli 2026
– Perkiraan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 7 Juli 2026
Profil Singkat PT Nitrasanata Dharma Tbk
Perjalanan JEC Eye Hospitals & Clinics berawal pada 1 Februari 1984 melalui pendirian Klinik Mata Jakarta (KMJ), yang kemudian berkembang menjadi salah satu jaringan layanan kesehatan mata terbesar di Indonesia.
Di bawah naungan PT Nitrasanata Dharma, transformasi tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menghadirkan layanan kesehatan mata yang berkualitas dengan dukungan teknologi modern.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan oftalmologi yang lebih komprehensif, KMJ berganti nama menjadi Jakarta Eye Center (JEC) pada 1993.
Perubahan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan Perseroan dari sebuah klinik mata menjadi rumah sakit khusus mata yang mengedepankan standar pelayanan medis, inovasi teknologi, dan pengalaman pasien yang lebih baik.
Langkah ekspansi terus dilakukan untuk memperluas akses layanan kesehatan mata di Indonesia. Salah satu pencapaian penting adalah pembangunan fasilitas JEC Kedoya pada 2012 yang mengusung konsep hospitel dan green building.
Kemudian pada tahun 2015, Perseroan secara aktif memperluas jaringan melalui pertumbuhan organik, merger, akuisisi, serta kemitraan strategis.
Ekspansi tersebut menjangkau berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek), hingga Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi. Strategi tersebut memperkuat posisi JEC sebagai penyedia layanan kesehatan mata terintegrasi dengan cakupan nasional.
Perseroan mengusung visi untuk mengoptimalkan penglihatan dan kualitas hidup masyarakat. Untuk mewujudkannya, JEC berfokus pada penyediaan layanan klinis berstandar internasional, pemanfaatan teknologi medis terkini yang terpercaya, peningkatan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan melalui pendidikan dan riset, serta pemberian layanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
Hingga saat ini, Grup JEC telah mengoperasikan lima rumah sakit khusus mata dan 11 klinik mata yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan jaringan yang terus berkembang, Perseroan berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata yang berkualitas sekaligus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kesehatan penglihatan nasional.



















































