PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) bersiap memperluas cakupan bisnisnya dengan menambah lini usaha baru di sektor angkutan darat penumpang dan sewa kendaraan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat fondasi bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi, khususnya di kawasan industri.
Berdasarkan keterbukaan informasi, perseroan berencana menambahkan tiga Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), yakni angkutan darat lainnya untuk penumpang (49429), angkutan bus tidak dalam trayek (49229), serta angkutan sewa (49422). Penambahan ini akan melengkapi kegiatan usaha penunjang yang telah berjalan selama ini.
Direktur sekaligus Corporate Secretary TRJA, Rex Alexander Joseph Syauta, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan upaya penyesuaian antara kegiatan operasional perseroan dengan aspek perizinan usaha.
Ia mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi guna memenuhi kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penambahan bidang usaha tersebut.
Selama ini, TRJA diketahui telah mengoperasikan armada kendaraan untuk layanan angkutan karyawan dan antar-jemput bagi klien di berbagai sektor, seperti pertambangan, minyak dan gas, konstruksi, hingga perkebunan. Namun, sebagian aktivitas tersebut belum sepenuhnya tercakup dalam izin usaha yang dimiliki perseroan.
Selain untuk memperkuat aspek legalitas, ekspansi ini juga didorong oleh meningkatnya permintaan layanan transportasi di kawasan industri, terutama di Kalimantan Timur seiring pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Manajemen menilai penambahan lini usaha akan membuka peluang lebih luas dalam menyediakan layanan transportasi karyawan, shuttle bus, hingga angkutan kawasan permukiman secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Dari sisi kelayakan, studi yang dilakukan penilai independen menunjukkan bahwa rencana ekspansi ini layak untuk dijalankan. Hal tersebut tercermin dari proyeksi nilai kini bersih (net present value/NPV) sebesar Rp95,67 miliar, tingkat pengembalian internal (internal rate of return/IRR) sebesar 26,5%, serta indeks profitabilitas (profitability index/PI) sebesar 3,16 yang berada di atas ambang batas kelayakan.
Perseroan juga menyatakan telah memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk mendukung implementasi kegiatan usaha baru, termasuk tenaga ahli di bidang transportasi dan operasional kendaraan.
Adapun rencana perubahan kegiatan usaha ini akan diajukan untuk memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026.
Melalui langkah ini, TRJA berharap dapat memperkuat posisi bisnis sekaligus memperluas peluang pertumbuhan di tengah dinamika kebutuhan transportasi yang terus berkembang.













































