Jakarta, 31 Maret 2026 – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) sukses memperkokoh fundamental keuangan sepanjang tahun buku 2025. Melalui strategi deleveraging yang terukur, Perseroan berhasil menurunkan total liabilitas secara signifikan sebesar 33,6% secara Year-on-Year (YoY), sekaligus menjaga resiliensi operasional di tengah dinamika industri konstruksi.

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian tahun 2025 (audited), liabilitas Perseroan turun dari Rp3,12 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp2,07 triliun pada 31 Desember 2025. Penurunan signifikan ini didorong oleh pelunasan pinjaman bank jangka pendek yang turun drastis sebesar 79,14% (YoY), dari Rp350,00 miliar menjadi Rp73,04 miliar. Langkah strategis ini merupakan komitmen manajemen dalam restrukturisasi struktur permodalan dan efisiensi beban keuangan guna memperkuat arus kas di masa mendatang.
Di sisi lain, strategi diversifikasi bisnis Perseroan terbukti memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas pendapatan. Segmen Properti berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp40,11 miliar. Keberhasilan lini bisnis non-konstruksi ini turut memperkuat likuiditas Perseroan, yang tercermin dari posisi kas dan setara kas yang tetap terjaga sebesar Rp391,13 miliar pada akhir 2025.
Mengenai pencatatan rugi neto tahun berjalan sebesar Rp630,25 miliar, manajemen menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan hasil dari langkah proaktif Perseroan dalam menerapkan prinsip akuntansi konservatif. Langkah ini diwujudkan melalui pengakuan penurunan nilai aset keuangan serta penyisihan pekerjaan dalam proses sebagai bagian dari strategi balance sheet cleaning. WEGE juga melakukan strategi deleveraging yang tercermin dalam gearing ratio yang membaik dari 0,07x pada tahun 2025 dari sebelumnya 0,18x pada tahun 2024 dan debt to equity ratio (DER) yang terjaga sebesar 1,05x.
“Kebijakan ini diambil secara sadar untuk memastikan bahwa laporan keuangan WEGE mencerminkan nilai aset yang riil dan transparan. Melalui optimalisasi instrumen keuangan dan penataan akun historis ini, harapan kami neraca tahun 2026
sudah mencerminkan kondisi yang jauh lebih sehat dan kredibel.” ujar Hadian Pramudita, Direktur Utama WEGE.
Perolehan Kontrak Baru 2026
Pada awal tahun 2026, WEGE telah mengamankan kontrak baru senilai Rp464,67 miliar. Perolehan kontrak baru per Maret 2026 mencakup Proyek Sekolah Rakyat, Halte BRT, RSUD Rupit, Hunian ASN dan Hunian Kementerian PU.
Hadian menambahkan, “WEGE memiliki fondasi yang kuat untuk bertahan dalam kondisi ketidakpastian ekonomi saat ini. Kami berusaha agar target Perolehan Kontrak Baru tahun ini dapat dicapai dengan hasil yang maksimal.”


















































