PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. yang bergerak di bidang konstruksi gedung resmi menetapkan Mahendra Vijaya sebagai Direktur Utama baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada pekan ini.
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham WEGE menyetujui pengangkatan Mahendra Vijaya sebagai Direktur Utama menggantikan posisi Hadian Pramudita yang sebelumnya memimpin perusahaan di tengah dinamika industri konstruksi nasional.
Tak hanya mengangkat direktur utama baru, pemegang saham juga menyetujui penyegaran jajaran direksi lainnya dengan mengangkat Tomo Dwi Hasputro sebagai Direktur Operasi, Rohandi sebagai Direktur Keuangan, Human Capital & Manajemen Risiko, serta Wahyu Hadi Prasetyo sebagai Direktur QHSE dan Pemasaran.
Kemudian selain merombak susunan dewan direksi, WEGE juga menyetujui perubahan susunan pada jajaran dewan komisaris dengan menunjuk Bambang Riswanda sebagai Komisaris Utama WEGE.
Dengan adanya perombakan tersebut, maka berikut ini susunan pengurus PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) yang terbaru sebagaimana hasil RUPST Tahun Buku 2025 :
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Bambang Riswanda
- Komisaris: Alwandi Syam
- Komisaris: Danis Hidayat Sumadilaga
- Komisaris Independen: Joseph Prajogo
- Komisaris Independen: Taufan Gestoro
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Mahendra Vijaya
- Direktur Operasi: Tomo Dwi Hasputro
- Direktur Keuangan, Human Capital & Manajemen Risiko: Rohandi
- Direktur QHSE dan Pemasaran: Wahyu Hadi Prasetyo
Manajemen WEGE menilai restrukturisasi kepengurusan ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan strategi bisnis perusahaan ke depan.
Dengan dukungan susunan pengurus baru, perseroan akan berfokus pada penguatan tata kelola perusahaan yang transparan, disiplin pengelolaan risiko, serta peningkatan efisiensi operasional.
Sebagai informasi tambahan, WEGE mencatatkan kinerja operasional yang cukup solid pada sepanjang tahun 2025 di tengah tantangan sektor konstruksi.
Dalam laporan yang dikutip dari beberapa sumber, Perseroan berhasil membukukan total order book sebesar Rp5,77 triliun yang berasal dari kontrak baru senilai Rp1,71 triliun dan carry over proyek sebelumnya sebesar Rp4,06 triliun.
Dari sisi keuangan, WEGE mencatat pendapatan sebesar Rp1,62 triliun dengan laba kotor mencapai Rp145 miliar sepanjang tahun lalu. Hingga akhir 2025, total aset perseroan tercatat sebesar Rp4,04 triliun dengan ekuitas mencapai Rp1,97 triliun.
Direktur Utama WEGE periode sebelumnya, Hadian Pramudita menyampaikan bahwa perusahaan terus menjaga kesinambungan usaha melalui penguatan fundamental bisnis, efisiensi operasional, dan disiplin pengelolaan risiko.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menjaga stabilitas keuangan sekaligus meningkatkan daya tahan bisnis di tengah perubahan pasar konstruksi.
















































