PT Fore Kopi Indonesia Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang usaha kedai kopi ini mencatatkan kinerja positif di sepanjang semester I/2026.
Melansir laporan keuangan yang dirilis perusahaan, emiten berkode saham FORE yang lebih dikenal dengan merek Fore Coffee tersebut dilaporkan berhasil membukukan kenaikan laba bersih hingga double digit selama periode Januari – Juni 2026.
Di sepanjang paruh pertama pada tahun ini, FORE tercatat meraih laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp56,48 miliar.
Angka perolehan laba bersih yang dicapai ini terpantau mengalami kenaikan sebesar 34,39% secara tahunan (YoY) jika dibandingkan capaian sebelumnya sebesar Rp42,03 miliar yang diraih pada paruh pertama tahun 2025.
Pada kesempatan yang sama, FORE juga mencatatkan adanya kenaikan dalam penjualan. Penjualan FORE mengalami kenaikan hingga Rp1 triliun atau meningkat sebesar 51,71 persen secara tahunan (YoY) jika dibandingkan capaian penjualan pada periode yang sama di tahun 2025 dengan jumlah sebesar Rp662,37 miliar.
Dalam perolehan penjualan tersebut, segmen minuman menjadi salah satu kontributor yang menyumbang pendapatan terbesar dengan penjualan senilai Rp884,18 miliar atau naik 48,25% YoY dibandingkan capaian sebelumnya sebesar Rp596,40 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Selain segmen minuman, capaian penjualan ini juga didorong oleh segmen makanan yang menyumbang kontribusi Rp119,68 miliar atau naik hingga 90,20% YoY per Juni 2026.
Kemudian diikuti dengan segmen lainnya yang menyumbang penjualan senilai Rp6,07 miliar atau naik dari yang sebelumnya sebesar Rp3,04 miliar pada periode yang sama di tahun 2025.
Seiring dengan meningkatnya laba bersih dan penjualan, FORE turut membukukan beban pokok penjualan yang membengkak menjadi Rp382,91 miliar pada paruh pertama 2026. Sementara pada periode yang sama 2025, FORE membukukan beban pokok senilai Rp253,11 miliar.
Kemudian dari sisi neraca keuangan, FORE membukukan total aset senilai Rp1,25 triliun per Juni 2026. Realisasi itu mengalami kenaikan dari Rp1,16 triliun pada Desember 2025.
Total aset yang diraih ini terdiri dari liabilitas perseroan yang membengkak menjadi Rp521,68 miliar, dari yang sebelumnya Rp479,58 miliar pada Desember 2025. Kemudian ekuitas neto FORE yang turut tumbuh menjadi Rp737,69 miliar per Juni 2026, dari yang sebelumnya sebesar Rp680,58 miliar pada Desember 2025.














































