PT Bahtera Bumi Raya Tbk. (PGJO) terus berupaya memperkuat bisnis jasa pelayaran melalui anak usahanya, PT Samudera Sejahtera Shipping (SSS) dengan menambah armada kapal baru.
Kali ini, SSS memborong dua armada baru senilai Rp62 miliar sebagai bagian dari strategi memperkuat bisnis jasa pelayaran dengan meningkatkan kapasitas operasional sekaligus memperluas sumber pendapatan perseroan.
Kabar mengenai penambahan armada baru ini diperkuat sebagaimana informasi yang dikutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan Rabu (23/7/2026), Sekretaris Perusahaan PGJO Natalia mengungkapkan bahwa SSS telah menerima penyerahan satu unit tugboat SENTOSA 24001 dan satu unit tongkang SENTOSA 3301 pada 22 Juli 2026.
Serah terima armada dilakukan berdasarkan berita acara yang ditandatangani oleh PT Merah Putih Shipyard sebagai pihak yang menyerahkan kapal dan PT Samudera Sejahtera Shipping sebagai pihak penerima.
Manajemen perseroan menjelaskan bahwa penambahan armada tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas operasional SSS dalam menjalankan layanan jasa pelayaran dan pengangkutan laut.
Dengan bertambahnya armada, perseroan optimistis volume kegiatan usaha akan meningkat, sumber pendapatan menjadi lebih kuat, serta memberikan kontribusi positif terhadap kinerja operasional dan kondisi keuangan perusahaan pada masa mendatang.
Pengadaan kedua kapal tersebut merupakan tindak lanjut dari dua perjanjian pembangunan kapal yang ditandatangani dengan PT Merah Putih Shipyard pada Januari 2026.
Nilai pembangunan satu unit tugboat mencapai Rp21 miliar, sedangkan pembangunan tongkang bernilai Rp41 miliar sehingga total investasi mencapai Rp62 miliar di luar pajak pertambahan nilai (PPN).
PGJO menegaskan bahwa investasi tersebut bukan merupakan transaksi baru, melainkan realisasi atas keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah diselenggarakan pada 24 Desember 2025 dan memperoleh persetujuan para pemegang saham.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, transaksi tersebut memenuhi kriteria sebagai transaksi material sebagaimana yang diatur dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Namun, karena transaksi ini dilakukan oleh SSS yang merupakan entitas anak perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,99%, transaksi tersebut dikecualikan dari sejumlah ketentuan, termasuk kewajiban memperoleh pendapat kewajaran maupun persetujuan RUPS.
Selain itu, Perseroan juga memastikan bahwa transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi karena PT Merah Putih Shipyard selaku penjual tidak memiliki hubungan afiliasi dengan PGJO maupun SSS.
Sebagai informasi tambahan, PT Bahtera Bumi Raya Tbk merupakan nama baru dari PT Tourindo Guide Indonesia Tbk. setelah diakuisisi oleh PT Batu Investasi Indonesia pada Oktober 2025.
Melalui aksi korporasi tersebut, PT Batu Investasi Indonesia mengambil alih sebanyak 493.088.500 saham atau setara 61,96% kepemilikan, sehingga menjadi pemegang saham pengendali baru perseroan.
Sejak perubahan kepemilikan tersebut, PGJO mulai melakukan transformasi bisnis dengan memperkuat fokus pada sektor pelayaran dan pengangkutan laut sebagai mesin pertumbuhan baru perusahaan.













































