PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I/2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun, meningkat 22,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan dari dua lini bisnis utama perseroan, yakni segmen manufaktur dan perdagangan.
Berdasarkan laporan keuangan hingga akhir Juni 2026, pendapatan bersih konsolidasian AUTO tumbuh 13,2% secara tahunan. Kinerja tersebut mencerminkan permintaan yang tetap kuat di pasar otomotif, baik dari produsen kendaraan maupun pasar suku cadang pengganti (aftermarket).
Pada segmen manufaktur, Astra Otoparts membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,6 triliun atau meningkat 11,6% dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp5,0 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya permintaan komponen dari pelanggan Original Equipment Manufacturer (OEM) untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Di saat yang sama, perseroan terus memperluas portofolio bisnis melalui pengembangan komponen kendaraan listrik (xEV), produksi mesin pengisian daya bermerek ALTRO, serta diversifikasi ke sektor nonotomotif, termasuk perangkat kesehatan.
Sementara itu, segmen perdagangan mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dengan pendapatan mencapai Rp5,3 triliun, naik 15,1% secara tahunan dari Rp4,6 triliun. Kinerja tersebut didukung oleh permintaan aftermarket domestik yang tetap solid serta ekspansi jaringan ritel modern yang kini telah mencapai 667 gerai. Penguatan kanal digital melalui platform astraotoshop.com juga menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan segmen ini.
Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman menyampaikan bahwa pertumbuhan kinerja pada paruh pertama 2026 menunjukkan ketahanan fundamental bisnis perseroan di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku dan volatilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, perusahaan akan terus memperkuat kapabilitas manufaktur, meningkatkan sinergi dengan pelanggan OEM, serta memperluas jaringan distribusi dan portofolio produk di segmen aftermarket.
Dari sisi neraca, kondisi keuangan Astra Otoparts juga menunjukkan penguatan. Total aset perseroan meningkat 5,6% sejak akhir 2025 menjadi Rp23,9 triliun, dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp22,6 triliun.
Selain itu, total ekuitas tercatat mencapai Rp17,2 triliun per akhir Juni 2026. Struktur permodalan yang kuat tersebut dinilai memberikan ruang yang memadai bagi perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus menjaga keberlanjutan operasional di tengah dinamika industri otomotif.













































