PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatatkan kinerja keuangan yang jauh lebih kuat sepanjang semester I/2026 dengan membukukan pertumbuhan signifikan pada pendapatan maupun laba bersih.
Peningkatan kinerja keuangan tersebut didorong oleh kenaikan produksi nikel matte, harga jual yang lebih tinggi, serta kontribusi penjualan bijih nikel dari sejumlah blok tambang.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perusahaan per 30 Juni 2026, INCO tercatat berhasil membukukan laba bersih sebesar US$104,37 juta atau setara sekitar Rp1,87 triliun (kurs Rp17.922 per dolar AS).
Realisasi tersebut melonjak 313,4% dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$25,24 juta.
Sejalan dengan pertumbuhan laba, pendapatan perseroan juga meningkat menjadi US$543,06 juta atau sekitar Rp9,73 triliun, naik 27,26% secara tahunan dari US$426,73 juta pada semester I/2025.
Peningkatan kinerja tersebut didukung oleh membaiknya aktivitas operasional. Manajemen INCO menjelaskan bahwa produksi nikel matte pada kuartal II/2026 mencapai 16.153 metrik ton, meningkat sekitar 19% dibandingkan produksi kuartal I/2026 yang sebesar 13.620 ton.
Dengan demikian, total produksi nikel matte selama enam bulan pertama tahun ini mencapai 29.773 ton.
Di sisi penjualan, volume penjualan nikel matte relatif stabil di level 13.932 ton. Perseroan juga memperoleh keuntungan dari kenaikan harga realisasi rata-rata nikel matte yang mencapai US$14.765 per ton atau meningkat sekitar 4% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Selain produksi nikel matte, aktivitas penjualan bijih nikel di sejumlah wilayah operasi juga menunjukkan peningkatan. Blok Bahodopi mencatat penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,07 juta wet metric ton (wmt) pada kuartal II/2026, meningkat dari 886.000 wmt pada kuartal sebelumnya. Dengan demikian, total penjualan bijih nikel dari blok tersebut sepanjang semester pertama mencapai 1,96 juta wmt.
Sementara itu, Blok Pomalaa membukukan pertumbuhan yang lebih tinggi. Penjualan bijih nikel meningkat menjadi 1,26 juta wmt pada kuartal II/2026 dari hanya 89.000 wmt pada kuartal I/2026. Secara kumulatif, volume penjualan dari blok tersebut mencapai 1,35 juta wmt selama semester pertama tahun ini.
Untuk mendukung keberlanjutan operasional sekaligus mempercepat pengembangan proyek-proyek strategis, Vale Indonesia merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$116 juta sepanjang kuartal II/2026.
Di sisi likuiditas, saldo kas dan setara kas perseroan tercatat sebesar US$111 juta per 30 Juni 2026, menurun dibandingkan posisi US$220 juta pada 31 Maret 2026. Penurunan tersebut terutama mencerminkan besarnya aktivitas investasi yang masih berlangsung guna mendukung ekspansi dan pengembangan bisnis perusahaan.













































