PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memperluas bisnis engineering dan otomasi manufaktur ke pasar Asia Tenggara. Melalui divisi riset dan pengembangan WINTEQ, perseroan mulai memperkuat jejak regional dengan merambah pasar Filipina.
Ekspansi tersebut ditandai dengan pengiriman sejumlah mesin industri dan sistem otomasi terintegrasi dari fasilitas produksi WINTEQ di Karawang, Jawa Barat. Peralatan tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan manufaktur Astra Otoparts Philippines Inc. (AOPP), anak usaha AUTO yang menjalankan bisnis perseroan di Filipina.
Adapun perangkat manufaktur yang dikirim mencakup Automation Machining Line, Automation Casting Line, serta Special Purpose Machinery. Pengiriman ini menjadi bagian dari upaya AUTO memperluas cakupan bisnis teknologi manufaktur sekaligus meningkatkan kemampuan engineering di pasar regional.
Chief Operating Officer WINTEQ Fadli Hari Purnomo mengatakan kepercayaan yang diberikan AOPP menjadi momentum bagi perseroan untuk memperluas bisnis Special Purpose Machinery di tingkat regional. Langkah tersebut sekaligus mendorong WINTEQ untuk terus meningkatkan kualitas engineering dan kemampuan integrasi sistem.
Menurut Fadli, pengembangan solusi otomasi manufaktur akan terus diarahkan untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan, seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap efisiensi dan produktivitas proses produksi.
Peluang ekspansi WINTEQ di Filipina turut ditopang oleh pertumbuhan pasar kendaraan roda dua di negara tersebut. Berdasarkan data Motorcycle Development Program Participants Association Inc. (MDPPA), penjualan sepeda motor di Filipina mencapai 939.528 unit hingga Juni 2026, meningkat 3,58% secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Dalam rentang 2020 hingga 2025, pasar kendaraan roda dua Filipina juga mencatat pertumbuhan tahunan majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 7,5%. Tren tersebut menunjukkan perkembangan permintaan kendaraan roda dua yang berpotensi meningkatkan kebutuhan kapasitas produksi di industri otomotif.
Pertumbuhan pasar tersebut pada akhirnya turut mendorong kebutuhan industri terhadap peningkatan kapasitas produksi, efisiensi operasional, dan pemanfaatan teknologi otomasi manufaktur. Kondisi ini menjadi peluang bagi WINTEQ untuk memperluas layanan engineering dan solusi otomasi di basis manufaktur AUTO di Filipina.
Ekspansi bisnis tersebut berlangsung di tengah kinerja keuangan AUTO yang juga menunjukkan pertumbuhan positif. Pada semester I 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun, meningkat 22,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih konsolidasian. Hingga akhir Juni 2026, pendapatan AUTO mencapai Rp10,9 triliun, tumbuh 13,2% YoY dari Rp9,6 triliun pada semester I 2025.
Kinerja tersebut ditopang oleh dua lini bisnis utama perseroan, yakni manufaktur dan perdagangan. Dari segmen manufaktur, pendapatan bersih AUTO mencapai Rp5,6 triliun pada semester I 2026, meningkat 11,6% YoY dibandingkan dengan Rp5,0 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan pendapatan segmen manufaktur terutama didorong oleh naiknya permintaan komponen dari pelanggan Original Equipment Manufacturer (OEM), baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dengan pertumbuhan kinerja domestik dan peluang ekspansi di kawasan Asia Tenggara, AUTO terus memperluas cakupan bisnisnya dari sekadar produksi komponen otomotif menuju penyediaan solusi engineering dan otomasi manufaktur. Filipina menjadi salah satu pasar yang mulai memainkan peran dalam strategi ekspansi regional tersebut.









































