PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK) memperluas pengembangan teknologi kendaraan listrik ke sektor pertambangan melalui kerja sama strategis dengan PT Tri Mandiri Jaya Usaha (TMJU). Kolaborasi ini diarahkan untuk mengembangkan dan menguji penerapan truk listrik atau electric vehicle (EV) trucks dalam mendukung kegiatan operasional tambang.
Kemitraan tersebut menggabungkan kapabilitas NTBK dalam penyediaan kendaraan listrik komersial dengan pengalaman TMJU sebagai kontraktor pertambangan dan penyedia alat berat. Melalui sinergi ini, kedua perusahaan berupaya mengevaluasi potensi penggunaan truk listrik sebagai alternatif transportasi yang lebih efisien, terutama untuk armada tambang dengan intensitas operasional tinggi.
Sekretaris Perusahaan NTBK Dodi Sentot menjelaskan bahwa penerapan truk listrik berpotensi meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Oleh karena itu, pengumpulan data operasional melalui pengujian langsung di lapangan menjadi salah satu fokus utama kerja sama tersebut.
Menurut Dodi, data yang diperoleh dari tahap uji coba akan menjadi dasar evaluasi untuk menentukan kelayakan penerapan kendaraan listrik dalam kegiatan pertambangan.
Pada tahap awal, NTBK dan TMJU akan berfokus pada kajian teknis, pemilihan unit percontohan, serta pengujian truk listrik secara langsung di area operasional pertambangan.
Pengujian tersebut mencakup sejumlah parameter penting untuk mengukur kesiapan kendaraan listrik dalam menghadapi kebutuhan operasional tambang. Aspek yang dievaluasi meliputi konsumsi energi, performa kendaraan, jarak tempuh, durasi operasi, kebutuhan pengisian daya, serta biaya pemeliharaan.
Selain aspek teknis, kedua perusahaan juga akan menghitung total biaya kepemilikan atau total cost of ownership (TCO). Perhitungan ini diperlukan untuk membandingkan keseluruhan biaya penggunaan kendaraan listrik dengan alternatif kendaraan konvensional selama masa operasionalnya.
Manajemen TMJU menilai efisiensi biaya operasional sebagai salah satu faktor krusial dalam pengelolaan armada pertambangan. Karena itu, hasil pengujian akan menjadi pertimbangan utama sebelum perusahaan memutuskan apakah penggunaan truk listrik layak diperluas ke skala yang lebih besar.
Bagi NTBK, kerja sama dengan TMJU merupakan bagian dari strategi pengembangan teknologi elektrifikasi pada segmen kendaraan komersial, termasuk untuk kebutuhan operasional pertambangan.
Apabila tahap percontohan mampu memenuhi parameter teknis dan keekonomian yang telah ditetapkan, kedua perusahaan berpeluang memperluas penggunaan truk listrik ke unit armada lainnya. Namun, keputusan tersebut akan bergantung pada hasil pengujian serta evaluasi terhadap kinerja kendaraan di lingkungan operasional tambang.
Hingga saat ini, NTBK dan TMJU belum mengungkapkan nilai komersial kerja sama, jumlah unit truk listrik yang akan diuji, maupun target operasional secara terperinci.
Rincian kesepakatan lebih lanjut akan ditetapkan setelah seluruh tahapan uji coba dan evaluasi teknis rampung. Dengan demikian, hasil pengujian akan menjadi penentu utama bagi kelanjutan kolaborasi sekaligus prospek penerapan truk listrik dalam kegiatan pertambangan.












































