Upaya pembenahan perusahaan pelat merah mulai menunjukkan hasil positif. Di tengah transformasi yang terus berjalan, badan usaha milik negara (BUMN) secara keseluruhan mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 20% hingga kuartal III-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut diungkapkan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, yang menilai kinerja keuangan perusahaan-perusahaan negara terus bergerak ke arah yang lebih baik.
Menurut Dony, peningkatan profitabilitas tersebut menjadi salah satu indikator bahwa program transformasi BUMN yang dijalankan pemerintah mulai memberikan hasil.
Ia menjelaskan bahwa secara umum kondisi BUMN tetap terjaga dengan perkembangan kinerja yang menggembirakan. Hal itu disampaikan Dony saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).
Meski telah membukukan pertumbuhan laba, Dony menegaskan bahwa proses transformasi BUMN masih akan terus dilanjutkan. Ia berharap berbagai langkah pembenahan yang sedang berlangsung dapat semakin memperkuat kinerja perusahaan negara pada periode mendatang.
Lebih jauh, Dony menekankan bahwa transformasi BUMN tidak hanya berorientasi pada peningkatan keuntungan dalam jangka pendek, tetapi juga memastikan keberlanjutan aset negara dalam jangka panjang.
Karena itu, penataan organisasi dan penyehatan kondisi keuangan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat fondasi bisnis perusahaan-perusahaan pelat merah.
Menurutnya, BUMN harus dikelola secara sehat dan berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional sekaligus menjadi aset produktif yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Danantara Siapkan Publikasi Laporan Keuangan Konsolidasi
Sejalan dengan perbaikan kinerja tersebut, Danantara juga tengah mempersiapkan publikasi laporan keuangan konsolidasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMN.
Dony memastikan laporan keuangan konsolidasi BUMN yang berada di bawah pengelolaan Danantara akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa penyusunan laporan keuangan untuk dua unit bisnis utama Danantara, yakni Danantara Investment Management (DIM) dan Danantara Asset Management (DAM), telah rampung.
Sementara itu, proses pemeriksaan terhadap Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara masih berlangsung dengan melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengelolaan aset dan keuangan Danantara berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Dony menjelaskan bahwa publikasi laporan keuangan akan dilakukan setelah proses yang diperlukan selesai. Dengan demikian, masyarakat nantinya dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi keuangan dan pengelolaan aset di bawah Danantara.
Langkah keterbukaan informasi ini menjadi bagian penting dalam proses transformasi BUMN, terutama untuk memperkuat akuntabilitas pengelolaan perusahaan negara.
Dengan pertumbuhan laba yang telah tercatat hingga kuartal III-2026, penyelesaian laporan keuangan konsolidasi dan proses audit menjadi tahapan berikutnya dalam memperlihatkan hasil pembenahan BUMN secara lebih menyeluruh.












































