PT DFI Retail Nusantara Tbk. (HERO), pengelola jaringan ritel Guardian dan IKEA, berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan pada semester I/2026. Namun, peningkatan penjualan tersebut belum sepenuhnya mampu mendorong perbaikan profitabilitas perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan bersih HERO mencapai Rp2,71 triliun pada semester I/2026, tumbuh 15,32% dibandingkan Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, laba tahun berjalan justru turun 16,60% menjadi Rp62,69 miliar dari sebelumnya Rp75,17 miliar.
Head of Corporate Communications and Affairs HERO Diky Risbianto menilai penurunan laba tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan perkembangan operasional perseroan. Menurutnya, kinerja operasional masih menunjukkan tren positif, terutama yang berasal dari bisnis Guardian.
Memasuki paruh kedua 2026, HERO akan berfokus menjaga pertumbuhan penjualan sekaligus meningkatkan kualitas profitabilitas. Guardian menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan melalui ekspansi jaringan secara selektif, penguatan kategori kesehatan, kecantikan, dan wellness, serta peningkatan keterikatan pelanggan dan pengembangan kanal omnichannel.
Hingga akhir semester I/2026, DFI Retail Nusantara telah mengoperasikan lebih dari 377 gerai, dengan lebih dari 370 gerai di antaranya merupakan jaringan Guardian.
Tidak hanya menambah jaringan, Guardian juga memperluas kategori dan layanan dengan menyasar kebutuhan konsumen yang semakin spesifik. Salah satu inisiatif terbaru adalah penerapan MTick®, simbol dan sertifikasi internasional yang membantu konsumen mengidentifikasi produk yang ramah bagi perempuan dalam masa menopause.
MTick® kini telah tersedia di lebih dari 50 gerai Guardian di Indonesia. Produk dengan sertifikasi tersebut ditempatkan pada area khusus di sejumlah gerai untuk memudahkan konsumen menemukannya.
Head of Marketing Guardian Indonesia Malvin Tarigan menjelaskan bahwa inisiatif tersebut ditujukan untuk memperluas akses informasi sekaligus membantu pelanggan menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan pada fase menopause.
Secara keseluruhan, strategi bisnis Guardian masih diarahkan pada perluasan akses pelanggan, penguatan kategori kesehatan, kecantikan, dan wellness, serta peningkatan engagement. Ekspansi gerai akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan potensi lokasi dan kebutuhan pasar.
Sementara itu, bisnis IKEA Indonesia diarahkan pada peningkatan produktivitas toko, penguatan pengalaman pelanggan, perluasan produksi dalam negeri, peningkatan akses melalui kanal digital, serta efisiensi biaya operasional.
Meski belum menetapkan target numerik pendapatan dan laba untuk sepanjang 2026, HERO tetap melihat prospek bisnis hingga akhir tahun dengan optimisme. Perseroan menilai peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama dengan dukungan kinerja Guardian yang relatif kuat dan berbagai langkah perbaikan profitabilitas di bisnis IKEA.
Namun, strategi ekspansi tetap akan dijalankan secara selektif dengan menempatkan disiplin biaya dan peningkatan produktivitas sebagai prioritas. HERO menargetkan pertumbuhan penjualan yang tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mampu dikonversi menjadi profitabilitas yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dengan demikian, paruh kedua 2026 akan menjadi momentum bagi HERO untuk menjaga laju pertumbuhan sekaligus memperbaiki kualitas kinerja keuangan melalui optimalisasi setiap lini bisnis dan pengelolaan biaya yang lebih disiplin.












































