PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) atau yang dikenal sebagai pemilik stasiun televisi SCTV ini berencana membagikan dividen interim senilai Rp533,94 miliar kepada pemegang saham untuk tahun buku 2026. Pembagian dividen sebesar Rp8,40 per saham tersebut dilakukan seiring dengan pertumbuhan pendapatan dan laba perseroan sepanjang semester I-2026.
Berdasarkan pengumuman perseroan, pembagian dividen interim tersebut telah memperoleh persetujuan melalui keputusan Direksi dan Dewan Komisaris SCMA. Emiten yang tergabung dalam Grup Emtek ini menjadwalkan pembayaran dividen kepada pemegang saham pada 18 November 2026.
Dengan jumlah saham beredar sebanyak 63,56 miliar lembar, total dividen interim yang akan dibagikan SCMA mencapai Rp533,94 miliar. Dividen tersebut akan didistribusikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Jadwal Pembagian Dividen Interim SCMA
SCMA telah menetapkan sejumlah tahapan pembagian dividen interim, mulai dari periode cum dividen, ex dividen, hingga tanggal pembayaran kepada pemegang saham.
Berikut jadwal lengkap pembagian dividen interim SCMA untuk tahun buku 2026:
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 27 Oktober 2026
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 28 Oktober 2026
- Cum dividen di pasar tunai: 29 Oktober 2026
- Ex dividen di pasar tunai: 30 Oktober 2026
- Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen (recording date): 29 Oktober 2026
- Pembayaran dividen interim: 18 November 2026
Dengan jadwal tersebut, pemegang saham yang memenuhi ketentuan pencatatan kepemilikan saham berhak menerima dividen interim sebesar Rp8,40 per saham pada tanggal pembayaran yang telah ditetapkan.
Pendapatan dan Laba SCMA Tumbuh pada Semester I-2026
Keputusan pembagian dividen interim ini berlangsung di tengah peningkatan kinerja keuangan SCMA sepanjang enam bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan neto tercatat sebesar Rp3,55 triliun, tumbuh 6,73% dibandingkan Rp3,32 triliun pada semester I-2025.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti peningkatan laba usaha yang lebih tinggi. Hingga akhir Juni 2026, laba usaha SCMA mencapai Rp671,61 miliar, melonjak 89,55% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dari Rp354,33 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan laba usaha tersebut turut tercermin pada pertumbuhan laba bersih perseroan. SCMA membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp536,44 miliar pada semester I-2026.
Capaian tersebut meningkat 67,27% dibandingkan laba bersih sebesar Rp320,72 miliar yang dibukukan pada semester I-2025.
Sejalan dengan pertumbuhan laba bersih, laba per saham dasar atau earnings per share (EPS) SCMA juga meningkat menjadi Rp8,45 per saham, dari sebelumnya Rp5,05 per saham pada periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan sejumlah indikator keuangan tersebut menunjukkan penguatan kinerja SCMA pada paruh pertama 2026, baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas.
Dengan kinerja yang terus bertumbuh, SCMA menetapkan pembagian dividen interim sebagai bentuk distribusi sebagian hasil usaha kepada pemegang saham. Pembayaran sebesar Rp8,40 per saham dijadwalkan berlangsung pada 18 November 2026 sesuai dengan ketentuan yang telah diumumkan perseroan.






































