PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang semester I/2026. Di tengah penurunan pendapatan usaha, emiten konstruksi pelat merah tersebut berhasil membukukan lonjakan laba bersih berkat perbaikan kinerja operasional.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 196,51% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp193,47 miliar dari yang sebelumnya Rp65,25 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Kenaikan laba bersih tersebut diraih di tengah tekanan pada sisi pendapatan. Selama enam bulan pertama tahun 2026, PTPP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp5,96 triliun atau turun 11,20% dibandingkan realisasi pendapatan di semester I/2025 yang mencapai Rp6,71 triliun.
Penurunan pendapatan turut memengaruhi laba kotor perseroan. Meski beban pokok penjualan turun 10,20% secara tahunan menjadi Rp5,20 triliun, laba kotor tetap terkoreksi 17,50% menjadi Rp760,77 miliar dari sebelumnya Rp922,13 miliar.
Sementara itu secara konsolidasi, laba tahun berjalan PTPP tercatat sebesar Rp17,37 miliar atau turun sebesar 66,12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp51,27 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tumbuh 0,87% secara year to date (YtD) menjadi Rp43,36 triliun. Liabilitas meningkat 0,79% menjadi Rp38,99 triliun, sedangkan ekuitas naik 1,59% menjadi Rp4,37 triliun.
Di sisi lain, posisi kas dan setara kas mengalami penurunan cukup tajam. Hingga akhir Juni 2026, kas dan setara kas PTPP tercatat sebesar Rp1,17 triliun, turun 53,92% dibandingkan posisi Rp2,54 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah capaian kinerja tersebut, PTPP juga memperkuat portofolio proyeknya dengan mengamankan kontrak pembangunan Tower 4 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) senilai Rp151,9 miliar.
Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan mendukung peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan tinggi sekaligus pemerataan akses pendidikan unggul di Indonesia.
Menurutnya, perolehan kontrak tersebut mencerminkan komitmen PTPP dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.
Proyek pembangunan Tower 4 ITS memiliki nilai kontrak Rp151,9 miliar dengan masa pelaksanaan selama 365 hari kalender serta masa pemeliharaan selama 360 hari kalender.
Melalui proyek ini, PTPP optimistis dapat terus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.














































