PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) atau Proline menyesuaikan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Perseroan mengalihkan sebagian dana yang sebelumnya disiapkan untuk pengadaan mesin produksi Hematologi ke kebutuhan belanja modal lain yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi operasional saat ini.
Penyesuaian tersebut ditetapkan melalui Keputusan Direksi Perseroan Nomor 007/SK/PROLINE/IX/2026 tertanggal 15 September 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip dari beberapa sumber pada Kamis (24/9/2026), dana yang dialihkan mencapai sekitar Rp2,5 miliar atau setara 3,98% dari total dana yang dihimpun melalui IPO.
Dalam aksi korporasi tersebut, PRDL menghimpun dana IPO sebesar Rp57,7 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,5 miliar yang sebelumnya dialokasikan untuk pengadaan mesin produksi Hematologi akan dialihkan untuk pengadaan Air Handling Unit (AHU) pada ruang produksi kering atau dry production room.
Sebelumnya, dana tersebut direncanakan untuk membeli mesin produksi Hematologi berupa Automatic System by Robotic and Manual Pallet Dispensing. Namun, perseroan memutuskan untuk menyesuaikan alokasi tersebut setelah mempertimbangkan tingkat pemanfaatan fasilitas produksi yang masih rendah.
Saat ini, utilisasi fasilitas produksi Hematologi PRDL tercatat baru sekitar 0,3%. Dengan tingkat pemanfaatan tersebut, kebutuhan terhadap sistem otomatis dinilai belum menjadi prioritas dalam waktu dekat.
Kapasitas produksi yang masih tersedia memungkinkan kebutuhan produksi Hematologi tetap dipenuhi menggunakan fasilitas yang telah dimiliki perseroan. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan PRDL untuk mengarahkan sebagian dana IPO ke kebutuhan fasilitas produksi yang dianggap lebih relevan dengan kebutuhan operasional saat ini.
Selain tingkat utilisasi, perseroan juga mempertimbangkan kebutuhan pengendalian suhu dan kelembaban di ruang produksi kering. Pengadaan AHU dinilai diperlukan untuk mendukung pengaturan kondisi lingkungan produksi sekaligus menyesuaikan kapasitas sistem tata udara dengan rencana pengembangan produk baru.
Perubahan alokasi dana tersebut juga berdampak pada komposisi aset PRDL. Setelah penyesuaian, aset lancar perseroan diperkirakan mengalami penurunan sekitar Rp2,5 miliar. Pada saat yang sama, aset tidak lancar akan meningkat dengan nilai yang kurang lebih sama.
Meski mengubah struktur aset, penyesuaian penggunaan dana IPO tersebut tidak mengubah jumlah keseluruhan aset perseroan. PRDL juga menyatakan perubahan tersebut tidak berdampak terhadap posisi liabilitas maupun ekuitas perseroan.
Dengan pengalihan tersebut, PRDL mengarahkan dana hasil IPO pada kebutuhan belanja modal yang dinilai lebih sejalan dengan tingkat utilisasi fasilitas produksi dan rencana pengembangan operasional perseroan.













































