PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) mencatatkan kinerja prapenjualan yang positif di sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Hingga akhir kuartal III-2026, perseroan membukukan prapenjualan sebesar Rp2,61 triliun, melampaui target awal tahun yang ditetapkan sebesar Rp2,08 triliun.
Pencapaian tersebut setara dengan 125,91% dari target awal 2026. Namun, setelah perseroan merevisi target prapenjualan menjadi Rp2,95 triliun, realisasi hingga September 2026 telah mencapai 88,57% dari sasaran terbaru.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto menjelaskan bahwa penjualan lahan industri masih menjadi kontributor utama terhadap pencapaian prapenjualan perseroan. Di sepanjang Januari hingga September 2026, permintaan lahan industri terutama didorong oleh kebutuhan pengembangan pusat data atau data center.
Pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital menjadi salah satu faktor yang mendukung permintaan lahan industri di kawasan Kota Deltamas. Kondisi tersebut membuka peluang bagi DMAS untuk memperluas penjualan lahan kepada perusahaan yang bergerak di sektor pusat data.
Menurut Tondy, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut mendorong peningkatan kebutuhan infrastruktur pusat data. Tren tersebut dinilai memberikan peluang bagi pengembang kawasan industri yang memiliki kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung.
Dalam hal ini, DMAS mengandalkan kesiapan infrastruktur serta fasilitas premium di kawasan Kota Deltamas untuk memenuhi kebutuhan perusahaan pusat data berskala internasional.
Tondy menilai permintaan lahan untuk pengembangan pusat data masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan teknologi AI. Perseroan pun optimistis dapat memanfaatkan peluang tersebut melalui penyediaan kawasan industri yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
Dengan kontribusi sektor pusat data yang semakin menonjol, penjualan lahan industri tetap menjadi fokus utama DMAS dalam mengejar target prapenjualan hingga akhir 2026.
Di tengah penguatan bisnis kawasan industri, DMAS juga melanjutkan pengembangan segmen hunian. Pada kuartal III-2026, perseroan meluncurkan klaster hunian terbaru bernama Meliora Kota Deltamas.
Klaster tersebut menghadirkan rumah dua lantai dengan konsep arsitektur modern kontemporer yang mengutamakan efisiensi ruang. Produk hunian ini menyasar kalangan pekerja profesional serta keluarga muda yang membutuhkan tempat tinggal di kawasan Kota Deltamas.
Peluncuran klaster Meliora menjadi bagian dari upaya perseroan mengembangkan kawasan secara lebih terintegrasi, dengan menghadirkan fasilitas hunian yang melengkapi aktivitas industri dan komersial.
Melalui pengembangan tersebut, DMAS berupaya memperluas sumber prapenjualan agar tidak hanya bergantung pada transaksi lahan industri, tetapi juga memperoleh kontribusi dari segmen residensial.
Dengan realisasi prapenjualan sebesar Rp2,61 triliun hingga September 2026, DMAS masih membutuhkan tambahan sekitar Rp340 miliar untuk mencapai target terbaru sebesar Rp2,95 triliun pada akhir tahun.
Tondy menyatakan perseroan optimistis dapat memenuhi sasaran tersebut. Penjualan lahan industri diperkirakan tetap menjadi kontributor utama, dengan dukungan tambahan dari penjualan produk hunian dan komersial.
Untuk mencapai target tersebut, DMAS akan melanjutkan pengembangan kawasan industri, residensial, dan komersial di Kota Deltamas, sekaligus menjaga kualitas layanan kepada konsumen.
Langkah tersebut sejalan dengan strategi jangka panjang perseroan untuk mengembangkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu yang mampu mengakomodasi kebutuhan industri, hunian, dan kegiatan komersial.
Dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk pusat data serta berlanjutnya pengembangan segmen hunian, DMAS memiliki peluang untuk mempertahankan momentum prapenjualan pada sisa 2026. Namun, pencapaian target terbaru tetap akan bergantung pada realisasi transaksi lahan industri dan kontribusi penjualan dari segmen properti lainnya.






































