PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp21,4 triliun hingga akhir 2026. Target tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat kinerja bisnis sekaligus menjaga keberlanjutan usaha di tengah upaya pembenahan fundamental perusahaan.
Sekretaris Perusahaan WIKA Ngatemin menjelaskan bahwa target kontrak baru tersebut telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Perolehan kontrak akan diarahkan untuk mendukung sejumlah proyek strategis, baik yang berasal dari pemerintah maupun pasar lainnya.
Sejumlah proyek pemerintah menjadi salah satu sumber utama kontrak baru WIKA, termasuk Program Sekolah Rakyat dan Sekolah Terintegrasi. Selain itu, optimalisasi lahan serta proyek engineering, procurement, construction and commissioning (EPCC) juga diproyeksikan menjadi kontributor terbesar terhadap perolehan kontrak perseroan.
Dalam laporan public expose yang dikutip Selasa (6/10/2026), Ngatemin menjelaskan bahwa strategi perolehan kontrak WIKA tidak hanya bertumpu pada proyek pemerintah. Perseroan juga mulai memperluas pasar melalui pengembangan bisnis di sektor green market di Indonesia, proyek konstruksi di Timor Leste, serta penyediaan beton di Manila.
Di tengah upaya mengejar pertumbuhan kontrak, WIKA juga menempatkan profitabilitas sebagai salah satu perhatian utama. Perseroan kembali memperkuat fokus pada bisnis inti di industri konstruksi guna memastikan setiap proyek memberikan kontribusi yang sehat terhadap kinerja perusahaan.
Langkah tersebut diikuti dengan pembenahan tata kelola dan metode kerja. WIKA juga berupaya menekan Harga Pokok Penjualan (HPP) agar proyek yang dikerjakan memiliki daya saing sekaligus menghasilkan margin yang lebih baik.
Dalam RKAP 2026, perseroan mengarahkan margin laba pada kisaran 8%-10%. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pertumbuhan, sehingga peningkatan kontrak baru dapat berjalan seiring dengan perbaikan profitabilitas.
Selain profitabilitas, pengelolaan arus kas menjadi fokus penting bagi WIKA. Manajemen memprioritaskan penagihan piutang lama serta mempercepat penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan.
Strategi tersebut mulai memberikan dampak terhadap kinerja perseroan. Pada semester I-2026, sejumlah proyek berhasil diselesaikan dalam waktu relatif singkat sehingga memberikan kontribusi positif terhadap kinerja WIKA.
Di sisi lain, WIKA masih menghadapi tantangan dari struktur liabilitas, khususnya kewajiban berbunga. Perseroan tercatat memiliki kredit perbankan sebesar Rp17,6 triliun serta kewajiban obligasi dan sukuk sebesar Rp10,2 triliun.
Untuk menjaga keberlanjutan usaha, perseroan tengah menjalankan program restrukturisasi secara komprehensif bersama para kreditur perbankan serta pemegang obligasi dan sukuk melalui wali amanat.
Proses tersebut dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) sebagai bagian dari langkah penyelesaian kewajiban dan penataan struktur keuangan perseroan.
Bersamaan dengan proses restrukturisasi, WIKA juga terus meningkatkan operation excellence pada seluruh proyek yang sedang berjalan. Optimalisasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memastikan proyek dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap arus kas perusahaan.
Melalui penguatan operasional tersebut, WIKA menargetkan dapat menghasilkan EBITDA sebesar Rp850 miliar. Perolehan EBITDA tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban kepada pemegang obligasi, sukuk, dan perbankan, sekaligus mendukung kebutuhan operasional perseroan.
Upaya pembenahan WIKA juga memperoleh dukungan dari Danantara selaku pemegang saham. Dukungan tersebut mencakup percepatan streamlining perusahaan serta pemenuhan kesepakatan dalam Master Restructuring Agreement (MRA).
Rangkaian langkah tersebut menjadi bagian dari agenda WIKA untuk memperkuat kembali fundamental bisnis setelah menghadapi tekanan pada sisi keuangan dan kewajiban perusahaan.
Dengan mengembalikan fokus pada bisnis inti, meningkatkan efisiensi, memperbaiki tata kelola, serta memperkuat pengelolaan arus kas, WIKA optimistis dapat mencatatkan perbaikan kinerja keuangan pada kuartal IV-2026.
Perseroan berharap perbaikan tersebut tidak hanya memperkuat kondisi keuangan, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.










































