PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) resmi melakukan perombakan susunan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 23 September 2026.
IPCM merupakan bagian dari Pelindo Group dan PT Pelindo Jasa Maritim yang bergerak di bidang jasa pemanduan dan penundaan kapal.
Perubahan ini menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memperkuat tata kelola sekaligus memastikan kesinambungan strategi bisnis dan operasional.
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham IPCM menyetujui sejumlah perubahan pada jajaran manajemen perseroan.
Salah satunya adalah pengunduran diri Arif Hermawan dari posisi Direktur Armada dan Operasi IPCM. Pengunduran diri tersebut berlaku sejak 25 Juni 2026, seiring penunjukan Arif sebagai Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim.
Perseroan menyampaikan apresiasi atas dedikasi, kontribusi, dan peran Arif Hermawan selama menjalankan tugas serta mendukung pengembangan bisnis IPCM.
Selain itu, RUPSLB menyetujui perubahan posisi Direktur Utama sebagai bagian dari langkah pemegang saham untuk memperkuat struktur kepemimpinan dan menjaga kesinambungan pengelolaan perseroan dalam menjalankan agenda strategis ke depan.
Dalam perubahan tersebut, Shanti Puruhita mengakhiri masa tugasnya sebagai Direktur Utama IPCM. Perseroan menyampaikan penghargaan atas kepemimpinan, dedikasi, dan kontribusi Shanti selama menjalankan amanah tersebut.
Selanjutnya, posisi Direktur Utama IPCM dipercayakan kepada Dwi Rahmad Toto. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat kapabilitas komersial dan pengembangan bisnis.
Terlebih lagi, Dwi Rahmad Toto memiliki pengalaman di bidang pengembangan usaha, strategi korporasi, kerja sama bisnis, serta pengelolaan hubungan pelanggan di lingkungan Pelindo Group yang dimana pengalaman tersebut diharapkan dapat mendukung IPCM dalam memperkuat layanan maritim, memperluas penetrasi pasar, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta membuka peluang bisnis baru.
Di sisi operasional, posisi Direktur Armada dan Operasi kini dijabat I Wayan Wirawan. Ia memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di sektor kepelabuhanan dan layanan maritim, dengan berbagai penugasan yang mencakup bidang operasional, bisnis maritim, komersial, hingga pengelolaan terminal dan pelabuhan.
Pengalaman tersebut akan menjadi modal bagi perseroan dalam meningkatkan keandalan layanan pemanduan dan penundaan kapal, mengoptimalkan utilisasi armada, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat penerapan standar keselamatan dan kualitas layanan.
Sementara itu, posisi Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Risiko tetap dijabat Dessy Emastari Prihatiningtyas.
Dengan adanya perombakan tersebut, maka berikut susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi IPCM yang terbaru :
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: R. R. Dewi Ariyani
- Komisaris: Franciscus Budi Prayitno
- Komisaris Independen: Donny Istyanto Hari Mahdi
- Komisaris Independen: Mitchell Julius Tupamahu.
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Dwi Rahmad Toto
- Direktur Armada dan Operasi: I Wayan Wirawan
- Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Risiko : Dessy Emastari Prihatiningtyas
Setelah perubahan kepengurusan tersebut, IPCM akan melanjutkan agenda penguatan bisnis dengan mempertahankan fokus pada layanan inti sekaligus memperluas peluang pertumbuhan.
Perseroan akan mengarahkan strategi pada peningkatan kualitas layanan pemanduan dan penundaan kapal, optimalisasi armada dan sumber daya, pengembangan pasar, serta penguatan sinergi dengan Pelindo Group dan para pemangku kepentingan.
Dwi Rahmad Toto menegaskan bahwa IPCM memiliki fundamental bisnis yang kuat serta peran strategis dalam mendukung aktivitas kepelabuhanan nasional. Karena itu, perseroan akan memprioritaskan penguatan layanan inti, optimalisasi armada dan sumber daya, peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan, serta pengembangan peluang bisnis yang sejalan dengan kebutuhan industri maritim nasional.
IPCM juga akan terus memperkuat sinergi dengan Pelindo Group dan mengoptimalkan berbagai peluang pertumbuhan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Didukung dengan pengalaman di bidang pengembangan usaha dan operasional maritim dalam jajaran manajemen baru, perseroan menyiapkan fondasi untuk merespons perkembangan industri serta kebutuhan kepelabuhanan nasional.
Ke depan, IPCM berkomitmen menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan dengan mengedepankan keandalan layanan, keselamatan operasional, efisiensi, inovasi, dan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat fundamental bisnis, mendukung konektivitas dan kelancaran logistik nasional, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Profil Dwi Rahmad Toto, Direktur Utama Baru Jasa Armada Indonesia
Dwi Rahmad Toto memiliki rekam jejak panjang di industri kepelabuhanan, khususnya di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo beserta sejumlah anak usahanya.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM).
Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Jasa Armada Indonesia, Dwi sempat mengemban posisi Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Non Petikemas) sejak Februari 2024 sebagaimana informasi yang dikutip dari laman perusahaan.
Kemudian ia juga diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) pada Juni 2022 hingga Februari 2024.
Posisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan manajerialnya dalam menangani operasional di sektor kepelabuhanan sekaligus menjadi kelanjutan perjalanan karirnya setelah sebelumnya sempat dipercaya menduduki jabatan sebagai Regional Head 4 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) pada 2021 hingga 2022 dan menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) pada 2020 hingga 2021.
Tak berhenti sampai disitu, Pengalaman Dwi tidak hanya mencakup posisi di perusahaan induk. Pada tahun 2018 hingga 2020, ia pernah dipercaya sebagai Direktur Utama PT Nusantara Terminal Service. Kemudian dalam periode yang hampir bersamaan, Dwi juga tercatat pernah mengemban tugas sebagai Direktur SBU Marine Service PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) pada 2016 hingga 2020.
Jauh sebelum menduduki sejumlah posisi tersebut, Dwi telah memulai perjalanan kariernya di bidang perencanaan dan strategi perusahaan. Pada tahun 2016 hingga 2017, Dwi menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Strategi Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).
Sederet jabatan yang pernah diraihnya tersebut memperlihatkan perjalanan kariernya yang mencakup fungsi perencanaan, pengembangan usaha, operasional, hingga manajemen perusahaan.
Di samping pengalaman profesional tersebut, Dwi juga memiliki latar belakang pendidikan yang mendukung perjalanan kariernya.
Dwi merupakan lulusan Ilmu Ekonomi STIEM Bongaya yang diselesaikannya pada 2003. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan meraih gelar S2 Manajemen Pemasaran dari Universitas Hasanuddin, Makassar pada tahun 2012.
Dengan pengalaman yang mencakup berbagai bidang di sektor kepelabuhanan tersebut, Dwi akhirnya kini dipercaya memimpin Jasa Armada Indonesia yakni perusahaan yang bergerak dalam jasa pemanduan dan penundaan kapal. Penunjukan tersebut menambah babak baru dalam perjalanan kariernya di lingkungan Pelindo Group.













































